Sabtu, 21 Maret 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Petempur Ukraina di Azovstal Menyerah, Zelensky: Ukraina Butuhkan Pahlawan Hidup-hidup

Penyerahan diri ribuan petempur Ukraina baik tentara regular maupun anggota NeoNazi Azov membuka fakta kebohongan Presiden Ukraina Volodymir Zelensky.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Petempur Ukraina di Azovstal Menyerah, Zelensky: Ukraina Butuhkan Pahlawan Hidup-hidup
Kompas.com/RONALDO SCHEMIDT
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (tengah) berdiri di kota Bucha, barat laut ibukota Ukraina, Kyiv, pada 4 April 2022. - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada 3 April 2022 bahwa kepemimpinan Rusia bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil di Bucha, di luar Kyiv, di mana mayat ditemukan tergeletak di jalan setelah kota itu direbut kembali oleh tentara Ukraina. 

Wakil Perdana Menteri Ukraina Irina Vereshchuk sebelumnya menawarkan diri tempat penampungan di kota Energodar di wilayah Zaporozhye.

Wilayah ini berada di bawah kendali Rusia. Tapi usulan ditolak karena sejumlah alasan objektif, terutama terkait keamanan.

Di kamp penahanan baru itu, semuanya diatur secara resmi mulai pemeriksaan awal dokumen dan lain sebagainya.

Berdasar kunjungan itu perwakilan Ukraina mengaku Rusia sudah mematuhi syarat perlakuan tawanan perang.

Antara lain, ruangan yang dipakai menahan tidak ada palang di jendelanya. Alexander Ivanovich mengatakan penyediaan fasilitas ini dilakukan cepat di garis depan.

Tawanan Mengaku Tak Ada Keluhan

Ia menolak mengomentari lebih jauh terkait kondisi tahanan. “Lebih baik orang itu sendiri yang mengatakannya. Mereka mengatakan mereka tidak memiliki keluhan,” katanya.

Delegasi mengunjungi tahanan baik kelompok pria maupun wanita. Mereka terlihat berbicara, memastikan tidak ada yang menyiksa, tidak ada yang mengejek mereka.

Memastikan mereka diberi makan, dirawat, dan diberikan semua yang mereka butuhkan. “Saya tahu misi ini dilakukan. Itu sangat sulit. Ada banyak upaya di semua pihak untuk mencapai kompromi,” kata Alexander Kovalev.

“Apa yang kita lihat hari ini, jelas, semua yang dijanjikan telah dilakukan. Para dokter melakukan banyak pekerjaan mengobati yang terluka pada siang hari,” imbuhnya.

Direktorat Intelijen Utama Staf Umum Federasi Rusia memiliki andil besar pada proses penyerahan diri petempur di Azovstal.

Proses akan terus berlanjut, hingga semua yang tersisa di komplek pabrik baja itu keluar dan berada di bawah pengawasan pasukan Rusia.

Jatuhnya kubu Ukraina di Azovstal mengungkapkan taktik berdarah komando militer Ukraina yang merusak moral prajuritnya.

Bagi Federasi Rusia, ini merupakan tonggak penting pada tahap perang ini. Jatuhnya Azovstal berarti kendali penuh atas Mariupol oleh mereka. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Petempur Ukraina di Azovstal Menyerah, Kebohongan Presiden Zelensky Terungkap

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved