Konflik Rusia Vs Ukraina
Kiev Desak Mundur Pasukan Rusia, Kota Bucha Kembali ke Tangan Ukraina
Pejabat tinggi keamanan Ukraina membantah tuduhan Moskow bahwa Kiev menjadi dalang di balik serangan terhadap depot minyak di Kota Belgorod, Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/240222-Berasap.jpg)
Saya hampir gila. Saya tidak tahu mengapa mereka bilang begitu. Mungkin karena jenazahnya dikirim ke kamar mayat di Rostov, dan mereka tidak punya informasi bagaimana dia tewas.
Apakah Anda pernah mendiskusikan terntang Ukraina dengan putra Anda di masa lalu?
Sejujurnya, tidak.
Apakah Anda mengerti mengapa serangan ini dimulai?
Saya pikir jika kami tidak mulai mengebom mereka, Ukraina akan mengebom kami. Kami tidak punya pilihan. Tapi ada yang tidak beres. Begitu banyak tentara tewas. Kami tidak bisa berhenti, kami harus terus berjuang sampai meraih kemenangan.
Apakah Anda mengerti mengapa Rusia berperang di Ukraina? Apa yang diperjuangkan anak Anda?
Anak saya berjuang untuk kami, untuk rakyat dan negara Rusia. Supaya kami bisa tetap menggunakan ponsel kami, makan dan minum seperti dulu. Dia tidak mati sia-sia, dia mati untuk kami, agar kami bisa menjalani hidup yang panjang dan bahagia, sehingga kami tidak harus hidup dengan perang dan bom dijatuhkan kepada kami.
Di Rusia, media tidak boleh menyebut konflik ini sebagai perang. Apakah Anda menganggap ini sebagai perang atau sebuah "operasi khusus"? Saya tidak melihat ini sebagai "operasi khusus". Ini adalah perang. Saya sadar, kami tidak bisa menyebutnya begitu, tetapi ini adalah perang. Ini adalah banjir darah.
Wawancara untuk DW dilakukan oleh Oxana Ivanova. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rangkuman Hari Ke-37 Serangan Rusia ke Ukraina, Pasukan Moskwa Didesak Mundur dari Kyiv "