Konflik Rusia Vs Ukraina

Kiev Desak Mundur Pasukan Rusia, Kota Bucha Kembali ke Tangan Ukraina

Pejabat tinggi keamanan Ukraina membantah tuduhan Moskow bahwa Kiev menjadi dalang di balik serangan terhadap depot minyak di Kota Belgorod, Rusia.

Editor: lodie tombeg
kompas.com
Militer Rusia melumpuhkan Bandara Kiev, Ibu Kota Ukraina, Kamis (24/2/2022). 

TRIBUNGORONTALO, Kiev – Pejabat tinggi keamanan Ukraina membantah tuduhan Moskow bahwa Kiev menjadi dalang di balik serangan terhadap depot minyak di Kota Belgorod, Rusia.

Depot minyak tersebut berfungsi sebagai salah satu pusat logistik utama Rusia untuk perang. Berikut rangkuman serangan Rusia ke Ukraina hari ke-37, sebagaimana dilansir Reuters.

Pasukan Rusia didesak mundur di sekitar Kiev tetapi pertempuran masih berlangsung sengit di beberapa daerah dekat ibu kota, menurut para pejabat Ukraina. Irpin kembali ke tangan Ukraina. Kota yang terletak barat laut Kiev ini telah menjadi salah satu medan pertempuran utama selama berminggu-minggu.

Kota Bucha, dekat Irpin, juga kembali ke tangan Ukraina, lapor wali kotanya. Komite Palang Merah Internasional mengatakan, sebuah konvoi untuk mengevakuasi warga sipil yang terperangkap di Kota Mariupol harus putar balik karena perjalanan mereka menjadi tidak aman.

Pemerintah dan perusahaan Eropa sedang mengupayakan pendekatan yang sama setelah Rusia meminta pembayaran gas dengan rubel.

Rusia mengumumkan pembelian gas dengan rubel dimulai pada 1 April dan siapa yang enggan menaati aturan terbaru tersebut akan diputus kontraknya.

Berdasarkan dekrit yang ditandatangani Presiden Rusia Vladimir Putin, pembeli gas Rusia diharuskan membuka rekening rubel di Gazprombank yang dikendalikan negara.

Pengeboman Rusia atas Mariupol telah menyebabkan setidaknya kerugian material sedikitnya 10 miliar karena infrastruktur yang hancur.

Diplomasi Rusia dan Ukraina memulai kembali pembicaraan damai secara online ketika Moskwa mengatakan sedang mempersiapkan tanggapannya terhadap usulan Ukraina.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan selama kunjungan ke New Delhi, Rusia akan meningkatkan penggunaan mata uang non-Barat untuk perdagangan dengan berbagai negara seperti India.

China menawarkan jaminan Uni Eropa bahwa mereka akan mencari perdamaian di Ukraina. Tetapi, Beijing mengatakan pihaknya akan melakukan dengan caranya sendiri.

Tentara Rusia berbaris
Tentara Rusia berbaris (tribunnews)

Ibu Tentara Rusia: Ukraina Banjir Darah 

Rusia mulai melancarkan serangan militer ke Ukraina pada 24 Februari, dan menyebut invasi itu sebagai operasi militer khusus. Para serdadu dan keluarga mereka sering tidak diberitahu ke mana mereka dikirim dan untuk misi apa.

Terakhir kali, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan 1.351 prajuritnya tewas di Ukraina.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved