Sabtu, 7 Maret 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Kiev Desak Mundur Pasukan Rusia, Kota Bucha Kembali ke Tangan Ukraina

Pejabat tinggi keamanan Ukraina membantah tuduhan Moskow bahwa Kiev menjadi dalang di balik serangan terhadap depot minyak di Kota Belgorod, Rusia.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Kiev Desak Mundur Pasukan Rusia, Kota Bucha Kembali ke Tangan Ukraina
kompas.com
Militer Rusia melumpuhkan Bandara Kiev, Ibu Kota Ukraina, Kamis (24/2/2022). 

Sersan Yevgeny, 26 tahun, tewas pada hari-hari pertama serangan Rusia ke Ukraina. Dia sebelumnya belum pernah mengambil bagian dalam operasi tempur. DW mewawancarai ibunya, Natalya (bukan nama sebenarnya).

DW: Bagaimana kabar Anda ?

Natalya: Sangat sulit, sangat menyakitkan. Tidak ada yang akan membawa kembali anakku.

Kapan Yevgeny masuk tentara?

Tepat setelah ujiannya pada 2014, dia bergabung dengan tentara. Dia dikirim ke unit khusus badan intelijen militer luar negeri GRU.

Mereka menawarinya kontrak, tetapi saya meyakinkan dia untuk tidak menandatangani, karena dia harus bertugas di zona konflik. Setelah itu, dia bekerja di sebuah perusahaan keamanan, lalu melamar untuk bergabung dengan kepolisian.

Tapi dia tidak menyukai pekerjaan itu, dan memutuskan untuk kembali ke militer. Mereka segera mengambil dia lagi, kami hanya punya semalam untuk mengucapkan selamat berpisah. Yevgeny lalu bertugas di garda nasional.

Dia suka di sana, dan naik menjadi pemimpin tim. Tugasnya membubarkan aksi-aksi protes di Moskwa. Tahun 2017 dia menjadi ayah. Bertemu istrinya waktu masih jadi agen keamanan. Dia lalu pindah ke Moskwa, dan mereka menikah.

Bagaimana dia akhirnya dikirim ke Ukraina?

Akhir Januari, sekitar tanggal 25 atau 26, putra saya menelepon, memberi tahu saya bahwa mereka akan dikirim ke kota Smolensk (di Rusia barat, 80 kilometer dari perbatasan Belarus -Red) untuk latihan dengan Belarus.

Saya bertanya kepadanya: "Apakah kamu berbohong? Latihan apa?" Saya lalu cari di internet dan menemukan bahwa latihan dengan Belarus telah dilakukan di masa lalu. Saya terus mencari dan mencoba mencari tahu. Saya bahkan tidak memikirkan Ukraina.

Anda tidak tahu, anak Anda dikirim untuk berpartisipasi dalam manuver militer?

Ya. Saya bilang Yevgeny bahwa saya tidak bodoh dan tidak percaya dia dikirim ke Smolensk. Saya terus mencari informasi dan akhirnya menyadari bahwa dia akan dikirim ke Ukraina.

Saya ingin mencegahnya. Saya bilang padanya bahwa dia mungkin tidak akan kembali lagi.

Dia menjawab: "Kamu bicara apa?!" Dia tidak tahu ke mana dia dikirim. Entah mereka sudah mencuci otaknya, membuat dia berpikir benar-benar akan berpartisipasi dalam latihan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved