konflik Rusia Vs Ukraina

Militer Pecah, Jenderal Kelima Rusia Tewas di Ukraina

Perang saudara antara Rusia dan Ukraina memunculkan kontroversi di internal militer negara beruang merah.

Editor: Lodie Tombeg
tribunnews
Letjen Andrei Mordvichev 

Para pejabat Barat mengatakan ada bukti kemerosotan moral di antara pasukan militer Rusia, dengan satu mengatakan moral mereka "sangat, sangat, rendah".

Yang lain mengatakan pasukan itu "kedinginan, lelah dan lapar". Pasalnya, mereka sudah menunggu di salju selama berminggu-minggu di perbatasan Belarus dan Rusia, sebelum akhirnya diberi perintah untuk menyerang.

Rusia terpaksa mencari lebih banyak pasukan untuk menebus kehilangan personel, termasuk bergerak mencari ke unit cadangan di timur jauh negara itu dan Armenia.

Para pejabat Barat meyakini "sangat mungkin" bahwa pasukan asing dari Suriah akan segera bergabung dalam pertempuran, bersama dengan tentara bayaran dari kelompok rahasia Wagner.

Seorang pejabat senior militer NATO mengatakan ini adalah tanda bahwa Rusia harus menggali lebih di batalionnya.

Persediaan dan logistik Pasukan militer Rusia telah berjuang dengan kebutuhan-kebutuhan dasar. Ada pepatah militer lama yang mengatakan bahwa amatir berbicara tentang taktik, sementara para profesional mempelajari logistik.

Analis militer Barat menilai ada bukti bahwa Rusia belum cukup mempertimbangkan hal itu.

Misalnya dilihat dari barisan kendaraan lapis baja militer Rusia yang kehabisan bahan bakar, makanan dan amunisi. Sejumlah kendaraan rusak dan ditinggalkan begitu saja, sehingga ditarik oleh traktor Ukraina.

Pejabat Barat juga meyakini Moskwa mungkin kehabisan beberapa amunisi. Militer Rusia telah menembakkan antara 850 dan 900 amunisi presisi jarak jauh, termasuk rudal jelajah, yang lebih sulit untuk diganti daripada senjata terarah.

Para pejabat AS memperingatkan Rusia telah mendekati China untuk membantu mengatasi beberapa kekurangan ini.

Sebaliknya, ada aliran tetap senjata yang dipasok Barat ke Ukraina, yang meningkatkan moralnya.

Para pejabat Barat memperingatkan bahwa Presiden Putin masih dapat "menggandakan (serangan) dengan kebrutalan yang lebih besar".

Dia disebut masih memiliki daya tembak yang cukup untuk membombardir kota-kota Ukraina untuk "jangka waktu yang cukup lama".

Meskipun mengalami kemunduran, seorang pejabat intelijen Barat juga mengatakan bahwa Presiden Putin, "tidak mungkin tergoyahkan dan mungkin malah meningkatkan serangan.

Dia kemungkinan tetap yakin bahwa Rusia dapat mengalahkan Ukraina secara militer". Sementara itu, meski pasukan Ukraina telah menunjukkan perlawanan sengit, pejabat yang sama memperingatkan bahwa tanpa pasokan yang signifikan, mereka juga "pada akhirnya dapat kehabisan amunisi dan jumlah personel". (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jendral Kelima Tewas, Pejabat Tinggi Rusia Terpecah, Komandan Intelijen Ditahan"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved