Kapan Saja Rusia Bisa Invasi Rusia ke Ukraina, Begini Kata Jubir Joe Biden

Ketegangan memuncak antara Rusia dan Ukraina. Negeri Beruang Putih itu dapat menginvasi tetangganya kapan saja. Rusia mungkin membuat dalih.

Editor: Lodie Tombeg
Tribunnews
KEKUATAN MILITER - Kekuatan militer Rusia, termasuk kendaraan lapis baja, tank dan sistem roket, telah bergerak. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ketegangan memuncak antara Rusia dan Ukraina. Negeri Beruang Putih itu dapat menginvasi tetangganya kapan saja. Rusia mungkin membuat dalih mengejutkan untuk melakukan serangan.

Demikian analisis dari Amerika Serikat (AS) pada Minggu (13/2/2022). AS menegaskan kembali janji untuk mempertahankan setiap jengkal wilayah NATO. Rusia dilaporkan mengerahkan 100.000 tentaranya di dekat Ukraina.

Barat berulangkali memperingatkan bahwa Moskwa dapat menyerang kapan saja. Baca juga: Ancaman Invasi Rusia Makin Besar, Staf OSCE di Ukraina Timur Mulai Pergi Di sisi lain, Moskwa menyangkal tuduhan semacam itu dan menuduh Barat histeria, sebagaimana dilansir Reuters.

Kanselir Jerman Olaf Scholz menyerukan Rusia untuk mengurangi ketegangan dan mengancam akan menjatuhkan sanksi jika Moskwa benar-benar menyerang. Scholz sedang dalam perjalanan untuk berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (15/2/2022). Seorang pejabat Jerman mengatakan, Berlin tidak mengharapkan hasil nyata dari upaya pembicaraan tersebut.

Baca juga: Di Ambang Perang Dunia Tiga, AS-Eropa Peringatkan Ukraina soal Invasi Rusia

Namun, upaya diplomasi tetaplah penting. Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS Joe Biden, Jake Sullivan mengatakan bahwa invasi Rusia terhadap Ukraina dapat dimulai kapan saja.

Sementara itu, sejumlah pejabat AS mengatakan tidak dapat mengonfirmasi laporan yang menyebutkan bahwa Rusia berencana untuk menyerang pada Rabu (16/2/2022).

Sullivan mengatakan, Washington akan terus berbagi apa yang telah dipelajarinya kepada dunia. Hal tersebut merupakan upaya untuk mencegah Moskwa melakukan operasi "bendera palsu" yang bisa menjadi dalih untuk melakukan serangan ke Ukraina. "Akan mempertahankan setiap jengkal wilayah NATO dan kami berharap Rusia dapat memahami pesan ini,"tutur Sullivan dalam kesempatan terpisah kepada CBS.

Pada Minggu, Biden menggelar pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Mereka sepakat tentang pentingnya melanjutkan diplomasi dan pencegahan dalam menanggapi pembangunan militer Rusia. Kantor Kepresidenan Ukraina mengatakan, Zelenskiy juga mengundang Biden untuk segera mengunjungi Ukraina.

Seorang juru bicara Pemerintah Inggris mengatakan, London sedang menggodok paket dukungan militer dan bantuan ekonomi untuk Ukraina yang akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan melakukan perjalanan ke Eropa akhir pekan ini untuk membangun dukungan guna mengakhiri kebuntuan dengan Rusia. Ketika melakukan pembicaraan dengan Putin pada Sabtu (12/2/2022), Biden mengatakan bahwa Barat akan menanggapi dengan tegas setiap invasi Rusia.

Biden menambahkan, serangan semacam itu hanya akan membahayakan dan mengisolasi Moskwa. Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengatakan di Twitter bahwa sejauh ini Kiev telah menerima hampir 1.500 ton amunisi dari Barat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS: Rusia Akan Buat Dalih Mengejutkan untuk Serang Ukraina"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved