Di Ambang Perang Dunia Tiga, AS-Eropa Peringatkan Ukraina soal Invasi Rusia

Di ambang perang dunia ketiga. Indikasi kuat Rusia segera menginvasi Ukraina. Negara Barat dan Amerika Serikat tak tinggal diam.

Editor: Lodie Tombeg
AFP/SERGEI SUPINSKY
KARGO - Karyawan menurunkan kargo pesawat dengan bantuan keamanan baru AS yang diberikan ke Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Di ambang perang dunia ketiga. Indikasi kuat Rusia segera menginvasi Ukraina. Negara Barat dan Amerika Serikat tak tinggal diam.

Presiden AS Joe Biden kembali memperingatkan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky terkait invasi Rusia. Joe Biden memperingatkan bahwa ada kemungkinan Rusia akan melakukan tindakan militer terhadap Ukraina pada bulan Februari.

Hal itu disampaikan Joe Biden kepada Zelenskyy dalam panggilan telepon, Kamis (27/1/2022). Peringatan tersebut memperkuat kekhawatiran pejabat pemerintah selama beberapa waktu.

"Presiden Biden mengatakan bahwa ada kemungkinan yang berbeda bahwa Rusia dapat menyerang Ukraina pada Februari," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Emily Horne.

"Dia telah mengatakan ini secara terbuka dan kami telah memperingatkan tentang ini selama berbulan-bulan."

Melansir AP News, ketegangan telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, ketika AS dan sekutu NATO-nya mengetahui ada sekitar 100.000 tentara Rusia di dekat Ukraina, yang menandakan bahwa Moskow berencana untuk menyerang bekas tetangga Sovietnya.

Rusia membantah memiliki gagasan seperti itu dan telah mengajukan serangkaian tuntutan yang dikatakan akan meningkatkan keamanan di Eropa.

Namun AS dan aliansi Barat dengan tegas menolak konsesi apa pun pada poin-poin utama Rusia, Rabu (26/1/2022).
AS dan aliansi Barat melarang Ukraina bergabung dengan NATO dan mengatakan pengerahan pasukan dan peralatan militer sekutu di Eropa Timur tidak dapat dinegosiasikan.

290122-Militer Rusia-1
KERAHKAN KEKUATAN - Belarus mengatakan pada 18 Januari 2022, bahwa pasukan Rusia mulai tiba di negara itu untuk latihan militer yang diumumkan dengan latar belakang ketegangan antara Barat dan Rusia atas tetangga Ukraina.

AS memang menguraikan area di mana beberapa kekhawatiran Rusia mungkin ditangani dan mungkin menawarkan jalan menuju de-eskalasi.

Seperti yang telah dilakukan berulang kali selama beberapa minggu terakhir, AS juga memperingatkan Moskow tentang sanksi yang menghancurkan jika menyerang Ukraina.

Selain hukuman yang menargetkan orang-orang Rusia dan sektor ekonomi utama, beberapa pejabat senior AS mengatakan dengan pasti bahwa Jerman tidak akan mengizinkan pipa gas yang baru dibangun untuk memulai operasi jika terjadi serangan, Kamis (27/1/2022).

Sementara itu, Biden meminta Zelenskyy untuk menegaskan kembali dukungan Amerika dan sekutu, termasuk pengiriman bantuan militer AS baru-baru ini.

Biden memperingatkan Zelenskyy bahwa AS percaya ada kemungkinan besar Rusia dapat menyerang ketika tanah membeku dan pasukan Rusia dapat menyerang wilayah Ukraina dari utara Kyiv, menurut dua orang yang mengetahui percakapan tersebut yang tidak berwenang untuk berkomentar secara terbuka.

Pakar militer mengatakan Rusia mungkin menunggu kondisi tanah yang optimal untuk memindahkan alat berat ke Kyiv sebagai bagian dari invasi.

Delapan tahun lalu, Rusia menginvasi Semenanjung Krimea Ukraina pada akhir Februari. Zelenskyy mengatakan bahwa dia dan Biden juga membahas kemungkinan dukungan keuangan tambahan untuk Ukraina.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved