Di Ambang Perang Dunia Tiga, AS-Eropa Peringatkan Ukraina soal Invasi Rusia
Di ambang perang dunia ketiga. Indikasi kuat Rusia segera menginvasi Ukraina. Negara Barat dan Amerika Serikat tak tinggal diam.
Di sisi lain, AS mengumumkan bahwa Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan terbuka tentang apa yang disebut Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield sebagai "perilaku mengancam" Rusia pada hari Senin.
Dia mengatakan pengerahan lebih dari 100.000 tentara di sepanjang perbatasan Ukraina dan tindakan destabilisasi lainnya menimbulkan ancaman nyata bagi perdamaian dan keamanan internasional dan Piagam PBB.
Juru bicara Rusia Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan sebelumnya bahwa tanggapan dari AS meninggalkan sedikit landasan untuk optimisme.
"Namun selalu ada prospek untuk melanjutkan dialog, itu demi kepentingan kami dan Amerika," kata Peskov.
Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki sangat berhati-hati ketika ditanya apakah pemerintahan Biden melihat secercah harapan bahwa Rusia mengatakan mereka akan menjaga komunikasi tetap terbuka bahkan ketika mereka menyebut tidak memiliki optimisme.
"Kami tidak tahu apakah Rusia memainkan permainan diplomasi. Kami harap tidak," kata Psaki.
Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengatakan tanggapan AS mengandung beberapa elemen yang dapat mengarah pada awal pembicaraan serius tentang masalah sekunder, tetapi menekankan bahwa dokumen tersebut tidak berisi tanggapan positif tentang masalah utama.
Itu adalah tuntutan Moskow agar NATO tidak berkembang dan aliansi itu menahan diri untuk tidak menggunakan senjata yang mungkin mengancam Rusia. Peskov mengatakan reaksi Rusia akan segera datang.
Peskov menambahkan bahwa Putin dan Biden akan memutuskan apakah mereka perlu melakukan percakapan lagi setelah dua panggilan telepon bulan lalu. Lebih lanjut, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan Kyiv telah melihat tanggapan AS sebelum dikirim ke Rusia.
Dia mengatakan bahwa penting bagi AS untuk tetap berhubungan dekat dengan Ukraina sebelum dan sesudah semua kontak dengan Rusia. Dalam kunjungannya ke Denmark, Kuleba menekankan perlunya negaranya memperkuat pertahanannya.
"Krisis ini adalah momen kebenaran, dan inilah mengapa kami berbicara tentang senjata," katanya.
"Inilah sebabnya kami berbicara tentang sanksi ekonomi. Inilah mengapa kami berbicara tentang posisi konsolidasi kita semua, sehingga Presiden Putin melihat bahwa tidak ada mata rantai yang lemah dalam rantai pertahanan kita."
(Tribunnews)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Joe Biden Peringatkan Presiden Ukraina Soal Invasi Rusia yang Mungkin Terjadi Februari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/290122-AS-Bantu-Ukraina.jpg)