Peristiwa Nasional
Penambang Emas Tradisional Meninggal Dunia Setelah Jatuh dari Tebing
Sandi, pria berusia 42 tahun meninggal dunia saat ia bekerja sebagai penambang emas tradisional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JATUH-Foto-ilustrasi-seseorang-terkapar-jatuh.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang penambang emas tradisional bernama Sandi (42) meninggal dunia usai terjatuh
- Korban terjatuh saat berusaha meraih batuan yang diduga mengandung emas dan tidak menggunakan tali pengaman, sementara pijakan tebing yang diinjaknya dilaporkan tidak stabil.
- Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan pendalaman terkait aktivitas pertambangan di lokasi tersebut guna memastikan penanganan kecelakaan kerja berjalan sesuai prosedur.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sandi, pria berusia 42 tahun meninggal dunia saat ia bekerja sebagai penambang emas tradisional.
Dikutip dari TribunPalu.com, Sandi bekerja di kawasan tambang emas tradisional di Fafolapo, Kelurahan Poboya, Kota Palu pada Sabtu (24/1/2026) pagi.
Olah tempat kejadian (TKP) dilakukan serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Informasi yang dihimpun TribunGorontalo.com, korban terjatuh dari ketinggian 15 meter.
Menurut saksi yang tahu langsung kejadiannya di lokasi, saat itu korban sedang meraih batu yang menurutnya mengandung emas.
Baca juga: 4 Eskavator Disita dari Tambang Emas Ilegal Gorontalo, Pemilik Diduga Pengacara hingga Pemilik Hotel
Karena merupakan pertambangan emas tradisional, sehingga diduga para penambang tak menerapkan SOP keselamatan.
Bahkan, saat meraih batuan di ketinggian 15 meter, korban disebut tak menggunakan tali pengaman.
“Dari keterangan saksi di lapangan, korban berpijak di sisi tebing yang tidak stabil. Ketika pijakan runtuh, korban ikut terjatuh karena tali pengaman tidak terikat di badan,” jelas Kapolresta Palu.
Usai kejadian itu, korban sempat mendapat pertolongan pertama dari sesama penambang.
Korban buru-buru dibawa oleh sesama penambang ke rumah menggunakaan kendaraan.
Sayangnya, nyawa korban tak tertolong. Saat tiba di kediamannya pada 09.30 Wita, ia meninggal dunia.
Jenazah kemudian dimakamkan pada Sabtu sore di Tempat Pemakaman Umum Kelurahan Buluri.
Dalam proses olah TKP, Unit Identifikasi Polresta Palu bersama tim gabungan melakukan pemasangan police line, pemeriksaan lokasi sekitar tebing, serta pendokumentasian alat kerja korban berupa tali dan linggis yang ditemukan di lokasi.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terkait aktivitas pertambangan di lokasi tersebut, termasuk kepemilikan lahan dan sistem kerja kelompok penambang.
Tambang Didatangi Polisi
| Pria di Sulteng Ditemukan Tewas Ditelan Ular Piton 5 Meter saat Istirahat di Kebun |
|
|---|
| KPK Bongkar Suap Pemeriksaan Pajak di KPP Madya Jakut, Nilai Pajak Dipangkas Rp 59 Miliar |
|
|---|
| Tak Ada yang Bantu, Dua Pria Tewas Kesetrum saat Hendak Mencuri Besi Internet |
|
|---|
| Detik-Detik Mengerikan! Truk Mundur Tak Terkendali Lindas Tubuh Balita |
|
|---|
| Polisi di Kalimatan Diduga jadi Begal, Bunuh dan Rampas Mobil Warga |
|
|---|