Selasa, 31 Maret 2026

Universitas Negari Gorontalo

Penelitian UNG Soroti Bahaya Tersembunyi Diabetes bagi Kantung Empedu

Diabetes tak cuma ganggu gula darah, tapi juga bisa picu batu empedu. Risiko hampir 3x lebih tinggi pada penderita diabetes. Waspada!

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto Penelitian UNG Soroti Bahaya Tersembunyi Diabetes bagi Kantung Empedu
UNG
PENELITIAN UNG - Ilustrasi Infografis Hubungan Signifikan antara Riwayat Diabetes Melitus dan Kejadian Kolelitiasis - Diabetes tak cuma ganggu gula darah, tapi juga bisa picu batu empedu. Risiko hampir 3x lebih tinggi pada penderita diabetes. Waspada! 

- Melakukan pemeriksaan ultrasonografi pada pasien berisiko tinggi

Dengan demikian, pencegahan batu empedu dapat menjadi bagian integral dari manajemen diabetes.

Baca juga: Rektor UNG Eduart Wolok Berbagi Makanan untuk Mahasiswa Gorontalo

Menuju Pendekatan Kesehatan yang Lebih Terintegrasi

Penelitian ini memang memiliki beberapa keterbatasan karena menggunakan desain potong lintang berbasis data rekam medis, sehingga belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Beberapa variabel penting, seperti lama menderita diabetes, kontrol gula darah, dan kadar lipid, juga belum dianalisis secara mendalam.

Meski demikian, hasil temuan memberikan indikasi kuat bahwa gangguan metabolik dan masalah pada sistem hepatobilier saling terkait.

Oleh karena itu, penelitian lanjutan dengan metode prospektif sangat dibutuhkan untuk memperdalam pemahaman sekaligus merancang strategi pencegahan yang lebih efektif.

Baca juga: UNG Resmi Buka Spesialis Anestesiologi, Rektor: Solusi Kelangkaan Medis di Timur Indonesia

Dua Penyakit “Diam-Diam” yang Perlu Diwaspadai

Batu empedu sering muncul tanpa gejala, sementara diabetes dikenal sebagai “silent killer”.

Ketika kedua kondisi ini terjadi bersamaan, risiko kesehatan menjadi jauh lebih tinggi.

Pesan ilmiahnya jelas: pengendalian diabetes tidak hanya bertujuan mencegah komplikasi klasik seperti stroke atau gagal ginjal, tetapi juga untuk menekan kemungkinan munculnya penyakit tersembunyi lainnya, termasuk batu empedu.

Di tengah meningkatnya kasus penyakit metabolik, pendekatan kesehatan tidak bisa dilakukan secara parsial.

Tubuh manusia berfungsi sebagai sistem yang saling terhubung, sehingga merawat satu bagian berarti melindungi keseluruhan. (***/UNG)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved