Dapur MBG Ditutup
KRONOLOGI Bayi di Telaga Gorontalo Diduga Keracunan Kue dari Dapur MBG
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kasus dugaan keracunan yang dialami seorang balita usai mengonsumsi makanan dari Satuan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TRIBUNGORONTALOCOM-Gorontalo-Kasus-dugaan-keracunan-yang-dialami.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kasus dugaan keracunan yang dialami seorang balita usai mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, menjadi perhatian serius.
Peristiwa ini bermula saat balita tersebut mengonsumsi kue sus yang dibagikan sebagai menu berbuka puasa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menu selama Ramadan memang difokuskan pada makanan ringan, bukan makanan berat.
Kue Sus atau di Gorontalo disebut Susen, adalah kue berbentuk bundar dengan rongga berisi vla, kustar (custard), atau daging.
Kue sus dengan isi vla atau kustar disajikan setelah didinginkan di lemari es, karena vla atau kustar yang berbahan baku susu mudah menjadi basi.
Karyawan SPPG atau dapur MBG, Sunarti Sude, mengungkapkan bahwa tidak lama setelah mengonsumsi kue tersebut, balita langsung menunjukkan reaksi yang cepat.
“Lima menit sesudah makan itu dia muntah-muntah, baru sudah bangka wajahnya,” jelasnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Rabu (18/3/2026).
Kue sus yang dikonsumsi diduga tidak dalam kondisi layak. Makanan dengan isian fla diketahui rentan basi jika tidak diproduksi dan disimpan dengan baik.
Bahkan, terdapat dugaan kue tersebut telah dibuat beberapa hari sebelum dibagikan kepada penerima manfaat.
Sunarti menyebut, pihak relawan sebelumnya pernah menolak penggunaan kue serupa karena dianggap tidak tahan lama.
Namun, dalam kejadian ini, kue dipesan dari luar tanpa koordinasi penuh dengan mitra maupun yayasan pengelola.
“Yang pesan Kepala SPPG tanpa sepengetahuan mitra dan yayasan,” tambahnya.
Menyusul kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Provinsi Gorontalo langsung mengambil langkah tegas dengan menutup sementara operasional dapur SPPG Tuladenggi.
Kepala Regional BGN Gorontalo, Zulkifl Talhumala, menegaskan bahwa penutupan dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas layanan program MBG.
Ia menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari Dinas Kesehatan terkait dugaan keracunan makanan yang bersumber dari konsumsi SPPG.
“Kalau ada pelanggaran SOP atau kejadian luar biasa, maka SPPG itu akan kita tutup sementara,” tegasnya.
Meski demikian, penutupan ini bersifat sementara. BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pelatihan ulang bagi relawan, pembinaan pengelola, serta perbaikan sistem pengelolaan makanan.
Diketahui, SPPG Tuladenggi melayani sekitar 3.100 hingga 3.200 penerima manfaat, mulai dari pelajar, balita hingga ibu hamil.
Lagi, 2 Dapur MBG di Kota Gorontalo Ditutup Wagub Idah Syahidah, Ini Lokasinya
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, kembali mengambil langkah tegas dengan menutup dua dapur makanan bergizi gratis (MBG) di Kota Gorontalo.
Sebagai informasi, dapur MBG secara resmi disebut SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
Penutupan tersebut diduga setelah ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan dasar dalam penyediaan makanan bergizi bagi siswa.
Artinya, dua dapur yang beroperasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu dinilai tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah.
DISCLAIMER: Naskah berita ini sudah diedit, ada kesalahan informasi dari yang awalnya disebut bayi meninggal. Informasi terverifikasi, bayi hanya mengalami gejala keracunan
| Balita Muntah-muntah usai Konsumsi Kue Sus SPPG Tuladenggi Gorontalo |
|
|---|
| Fakta Penutupan Dapur MBG di Tuladenggi Gorontalo, Diduga Gara-gara Bayi Keracunan Kue |
|
|---|
| Terkuak Penyebab 2 Dapur MBG di Gorontalo Ditutup, BGN Temukan Pelanggaran SOP |
|
|---|
| Bayi di Tuladenggi Gorontalo Diduga Keracunan Kue Sus MBG, SPPG Ditutup Sementara |
|
|---|
| Lagi, 2 Dapur MBG di Kota Gorontalo Ditutup Wagub Idah Syahidah, Ini Lokasinya |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.