DPRD Provinsi Gorontalo
DPRD Gorontalo Heran LPG 3 Kg Dikeluhkan Langka, Padahal 25 Ribu Tabung Didistribusikan Tiap Hari
Keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh gas LPG 3 kilogram di Kota Gorontalo mendapat perhatian dari DPRD Provinsi Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/26092022_LPG-Mahasiswa.jpg)
Meski demikian, ia menilai kebutuhan penting yang tidak tersedia dalam kegiatan tersebut adalah gas LPG 3 kilogram.
“Yang kurang itu tidak ada gas LPG,” ujarnya.
Menurut Hamzah, gas merupakan kebutuhan penting karena bahan makanan yang dibeli tidak dapat dimasak jika gas sulit diperoleh.
Ia bahkan mengaku harus mencari gas ke berbagai tempat. Jika berhasil mendapatkannya, harga yang dibayar jauh lebih mahal dari harga di pangkalan.
“Minimal Rp50 ribu di dalam kota,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Fini Safitri, yang berharap pemerintah dapat menyediakan gas LPG dalam kegiatan pasar murah berikutnya.
Menurutnya, ketersediaan gas sangat penting karena bahan makanan yang dibeli masyarakat harus dimasak untuk dikonsumsi.
“Minta tolong kalau bisa diusulkan gas juga, walaupun cuma sekali dalam pasar murah,” katanya.
Fini mengaku sesekali masih bisa mendapatkan gas di luar tempat biasanya memesan dengan harga sekitar Rp20 ribu. Namun ia menilai persoalan utama tetap pada sulitnya menemukan gas di pasaran.
Hal yang sama disampaikan warga lainnya, Masat Amat, yang menilai kebutuhan gas semakin meningkat menjelang Idulfitri.
Menurutnya, banyak warga mulai menyiapkan berbagai hidangan khas Lebaran yang membutuhkan gas untuk memasak.
“Orang sudah mulai masak burasa, masak ikan, dan bikin kue,” ujarnya. (*)