DPRD Provinsi Gorontalo
DPRD Gorontalo Heran LPG 3 Kg Dikeluhkan Langka, Padahal 25 Ribu Tabung Didistribusikan Tiap Hari
Keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh gas LPG 3 kilogram di Kota Gorontalo mendapat perhatian dari DPRD Provinsi Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/26092022_LPG-Mahasiswa.jpg)
“Untuk warung makan atau usaha sebenarnya tidak boleh menggunakan gas 3 kilogram. Itu khusus untuk masyarakat miskin,” tegasnya.
Erwinsyah juga menilai kondisi tersebut berbanding terbalik dengan gas non-subsidi berukuran 5 kilogram yang menurutnya masih tersedia di pasaran.
Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin langsung menyalahkan pihak tertentu atas persoalan kelangkaan yang dikeluhkan masyarakat.
Baca juga: Cek Bansos PKH-BPNT Maret 2026 Bisa Lewat HP, Ini 2 Data yang Harus Disiapkan
Menurutnya, dari hasil pemantauan yang dilakukan, proses distribusi gas sebenarnya tetap berjalan.
Namun ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan LPG subsidi dapat berimplikasi hukum.
“Bermain-main dengan barang subsidi negara itu ada unsur pidananya. Jadi harus bijak dalam menggunakan barang subsidi,” ujarnya.
Terkait mekanisme pengambilan gas di pangkalan, Erwinsyah mengatakan biasanya ada prioritas bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pangkalan tersebut.
Ia mencontohkan, pembelian gas sering kali mensyaratkan kartu identitas yang menunjukkan domisili sesuai dengan wilayah kelurahan atau desa tempat pangkalan berada.
“Contohnya KTP harus sesuai dengan kelurahan atau desa tempat tinggal,” katanya.
Meski aturan tersebut ada, ia mengakui kondisi di lapangan tidak selalu mudah dikontrol.
Menurutnya, proses distribusi hingga penjualan di tingkat pangkalan melibatkan banyak pihak sehingga niat atau praktik di lapangan tidak selalu bisa dipastikan.
Warga Keluhkan Gas Sulit Didapat
Sementara itu, kelangkaan LPG 3 kilogram juga menjadi keluhan warga yang menghadiri kegiatan pasar murah bersubsidi yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo di Kelurahan Heledulaa Utara.
Salah seorang warga, Hamzah, mengaku sangat terbantu dengan harga bahan pokok yang dijual lebih murah dalam kegiatan tersebut.
Ia bahkan membeli seluruh komoditas yang disediakan dalam paket pasar murah.
“Semua tujuh komoditas yang disiapkan saya beli,” katanya.