Berita Gorontalo
2 Ruang Kelas SMP Tilango Gorontalo Masih Kondisi Rusak Sejak 6 Bulan Lalu Tertimpa Pohon
Enam bulan setelah insiden pohon tumbang yang merusak dua ruang kelas di SMP Negeri 1 Tilango, Kabupaten Gorontalo, hingga kini perbaikan fisik
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SEKOLAH-RUSAK-Dua-ruang-kelas-di-SMP-Negeri-1-Tilango.jpg)
Ringkasan Berita:
- Enam bulan setelah pohon tumbang merusak dua ruang kelas di SMP Negeri 1 Tilango, Kabupaten Gorontalo, perbaikan bangunan hingga kini belum juga dimulai.
- Akibatnya, siswa kelas VII terpaksa menggunakan Laboratorium IPA dan ruang sanggar seni secara bergantian untuk kegiatan belajar.
- Pihak sekolah masih menunggu realisasi anggaran revitalisasi dari pemerintah pusat yang diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Enam bulan setelah insiden pohon tumbang yang merusak dua ruang kelas di SMP Negeri 1 Tilango, Kabupaten Gorontalo, hingga kini perbaikan fisik bangunan belum juga dimulai.
Mantan Kepala SMP Negeri 1 Tilango, Sutirman Kaharu, yang baru saja dilantik menjadi kepala sekolah di tempat baru, mengatakan kondisi bangunan yang rusak masih sama seperti setelah kejadian pada September 2025 lalu.
Ia menyebut hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda pekerjaan perbaikan di lokasi.
“Kondisi bangunan masih seperti itu, tinggal dibersihkan saja oleh pihak sekolah,” ujar Sutirman saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Senin (9/3/2026).
Baca juga: 3.000 Keluarga Jadi Penerima Bantuan Langsung Pangan Pemprov Gorontalo
Menurutnya, pihak sekolah kini hanya menunggu realisasi anggaran dari pemerintah pusat yang telah memasukkan sekolah tersebut dalam program revitalisasi tahun 2026.
“2026 dia memang sudah masuk revitalisasi untuk pelaksanaan bangunan di sekolah,” katanya.
Meski belum mengetahui secara pasti besaran anggaran yang akan diterima, Sutirman menyebut perkiraan alokasi dana yang beredar di tingkat dinas Kabupaten Gorontalo sekitar ratusan juta rupiah.
“Jika dilihat dari dinas di Kabupaten ada sekitar Rp 400 juta belum termasuk pajak,” jelasnya.
Dua ruangan yang rusak tersebut diketahui merupakan ruang kelas untuk siswa kelas VII.
Karena belum bisa digunakan, pihak sekolah terpaksa mngatur ulang penggunaan ruangan agar proses belajar mengajar tetap berjalan.
Baca juga: Kapan SNBT 2026 Dibuka? Simak Jadwal dan Persyaratan Penuh
Untuk sementara, siswa dari kelas yang terdampak dipindahkan ke Laboratorium IPA dan ruang sanggar seni.
“Kebetulan kelas itu agak lebar dari kelas yang rusak itu,” ujarnya.
Namun penggunaan ruangan tersebut dilakukan secara bergantian jika ada kegiatan praktikum di laboratorium.
“Jika ada kelas yang praktek di Lab IPA, maka mereka akan tukaran para siswa-siswi akan mengisi kelas yang siswa-siswi nya ada praktek di lab,” kata Sutirman.
Saat ini pihak sekolah hanya bisa menunggu kepastian pelaksanaan pembangunan dari pemerintah pusat.
“Saat ini tinggal menunggu eksekusi dan kejelasan dari pusat,” ungkapnya.
Ia menegaskan sumber anggaran untuk perbaikan tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui program revitalisasi yang menggantikan skema Dana Alokasi Khusus (DAK).
“(Anggaran) dari pusat. Kalau dulu kita kenal dengan DAK, tapi DAK sekarang sudah tidak ada, diganti jadi revitalisasi itu,” jelasnya.
Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi menunjukkan kondisi dua ruang kelas tersebut masih terlihat rusak seperti setelah kejadian.
Meski pohon yang tumbang dan puing-puing kerusakan sudah dibersihkan, bangunan yang tidak digunakan selama sekitar enam bulan itu tampak tidak terurus.
Hingga hingga TribunGorontalo.com masih menunggu konfirmasi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo atas perbaikan tersebut. (*)
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|
| Nilai Zakat Fitrah Seluruh Wilayah di Gorontalo, dari Rp 40-45 Ribu, Berikut Detilnya |
|
|---|
| 5 Karyawan Tambang Pani Pohuwato Gorontalo Diduga Curi Material Mengandung Emas, 10 Kg Dibawa ke Kos |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.