Konflik Iran Vs AS
Eskalasi Konflik Iran-AS di Timur Tengah, 12 Jemaah Umrah Gorontalo Pulang dari Tanah Suci Besok
Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas pasca-eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang meletus sejak akhir pekan lalu.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mansur-Basir-menyebut-kondisi-para-jamaah-Gorontalo.jpg)
Perang menyebabkan sejumlah koridor udara internasional ditutup total.
Jalur udara yang mengkhawatirkan membuat banyak maskapai penerbangan internasional membatalkan penerbangan demi keselamatan penumpang.
Untuk membantu para jemaah yang tertahan di Arab Saudi karena terdampak perang, Ichsan mengatakan pihaknya sedang berupaya maksimal agar para jemaah ini bisa pulang.
"Berkaitan dengan skema evakuasi, kita akan lakukan koordinasi intensif dengan PPU selaku penanggung jawab pemberangkatan dan pemulangan jamaah," katanya.
"Kami juga berkoordinasi erat dengan otoritas penerbangan sipil internasional," imbuhnya.
Hal ini krusial karena berkaitan dengan penutupan ruang udara di berbagai negara transit.
Pihaknya masih menyiapkan berbagai opsi sesuai situasi di lapangan dengan menitikberatkan pada faktor keselamatan para jemaah.
Opsi tersebut meliputi pengalihan rute penerbangan, penjadwalan ulang kepulangan, hingga kemungkinan langkah evakuasi khusus.
Termasuk berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Arab Saudi terkait perpanjangan akomodasi jika para jemaah Indonesia tertahan cukup lama.
"Untuk pengawasan, kami telah membentuk tiga tim yang ditempatkan di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal Haji di Jeddah," paparnya.
"Tim tersebut bertugas berkoordinasi dan memantau kondisi jamaah kita yang berada di tanah suci," ungkapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, meminta pemerintah menyiapkan skema pemulangan yang jelas dan taktis.
"Negara harus memastikan adanya skema pemulangan yang jelas, terukur, dan memiliki kepastian waktu," kata Selly Andriany Gantina dalam keterangan di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Konflik di Timur Tengah membuat jemaah umrah asal Indonesia berada dalam posisi rentan.
DPR pun meminta langkah konkret dan sistematis untuk memastikan seluruh jemaah pulang dengan aman. (*)