KULTUM MILENNIAL
Kultum Milennial Gorontalo oleh Ananda Saliko: Konten Berseliweran Kontemplasi Ketinggalan
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat sehat, dan nikmat kesempatan,
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KULTUM-MILENIAL-Kultum-Milennial-Gorontalo-dibawakan-oleh-Ananda-Saliko-mahasiswa-IAIN-Gorontalo.jpg)
Jangan sampai kita sibuk memperbaiki feed media sosial, tetapi lupa memperbaiki diri di hadapan Tuhan.
Jangan sampai kita sibuk memperindah tampilan luar, tetapi membiarkan hati tetap gelap.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya. Artinya, puasa bukan hanya fisik, tetapi juga batin.
- Apa kabar amarah kita di bulan puasa?
- Apa kabar lisan kita?
- Apakah gibah sudah benar-benar kita tinggalkan?
- Apakah kita lebih sabar kepada orang tua, pasangan, dan anak-anak?
Para ulama terdahulu mencontohkan bagaimana mereka memaknai Ramadan dengan penuh kesungguhan. Dikisahkan tentang Imam Hasan Al-Bashri, ketika Ramadan datang, beliau seakan melihat surga dan neraka di depan matanya. Ramadan bukan bulan pencitraan, tetapi bulan perbaikan diri.
Kontemplasi tidak butuh kamera.
Kontemplasi tidak butuh penonton.
Ia hanya butuh kejujuran.
Kejujuran untuk bertanya kepada diri sendiri:
- Sudahkah hatiku lebih lembut?
- Sudahkah salatku lebih khusyuk?
- Sudahkah aku lebih dekat dengan Al-Qur’an?
Ramadan adalah bulan ampunan. Setiap amal dilipatgandakan. Setiap doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Tetapi ampunan itu bukan untuk mereka yang sekadar tampil religius, melainkan untuk mereka yang sungguh-sungguh ingin berubah.
Maka mari kita jadikan Ramadan ini bukan hanya ramai di media sosial, tetapi juga hidup di dalam hati. Setiap selesai berbuka, setiap selesai tarawih, luangkan waktu sejenak untuk merenung: apa yang sudah kita lakukan hari ini? Apakah kita semakin dekat dengan Allah atau justru semakin lalai?
Semoga Ramadan kali ini tidak hanya mempercantik tampilan luar kita, tetapi benar-benar memperbaiki batin kita.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.