Rabu, 25 Maret 2026

KULTUM MILENNIAL

Kultum Milennial Gorontalo oleh Ananda Saliko: Konten Berseliweran Kontemplasi Ketinggalan

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat sehat, dan nikmat kesempatan,

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kultum Milennial Gorontalo oleh Ananda Saliko: Konten Berseliweran Kontemplasi Ketinggalan
TribunGorontalo.com
KULTUM MILENIAL -- Kultum Milennial Gorontalo dibawakan oleh Ananda Saliko mahasiswa IAIN Gorontalo. 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wabihi نستعين على أمور الدنيا والدين.
Wassalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’ wal mursalin, Sayyidina wa Maulana Muhammad, wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in. Amma ba’du.

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat sehat, dan nikmat kesempatan, sehingga kita kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, teladan umat, yang siangnya penuh perjuangan dan malamnya basah oleh munajat kepada Allah.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Hari ini kita hidup di zaman yang serba digital. Ramadan tidak hanya hadir di masjid, di mushala, atau di rumah-rumah kita. Ramadan juga hadir di layar gawai kita.

Baca juga: Viral karena Harganya Fantastis! Mobil Gubernur Kaltim Viral Terpeleset di Jalan Licin

Setiap hari kita melihat konten Ramadan berseliweran: potongan ayat Al-Qur’an, hadis, ceramah singkat, lantunan tarawih, konten buka puasa, hingga desain dakwah yang estetik dan menarik. Semua orang ingin berbagi kebaikan. Dan itu tentu bukan sesuatu yang salah. Bahkan menyebarkan kebaikan adalah amal yang mulia.

Namun pertanyaannya sederhana:

Apakah Ramadan hanya berhenti di layar, atau sudah benar-benar masuk ke dalam dada kita?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Tujuan puasa jelas: agar kita bertakwa.

Bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menahan ego, menahan amarah, menjaga lisan, dan membersihkan hati.

Saudara-saudaraku,

Di zaman sekarang, segala sesuatu mudah diposting. Amal pun kadang terasa ingin segera diunggah. Kita tergoda menghitung jumlah like, komentar, dan viewers. Tetapi sudahkah kita menghitung kualitas hati kita di hadapan Allah?

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved