KULTUM MILENNIAL
Naskah Lengkap KULTUM MILENNIAL Gorontalo: Tamu Agung yang Menggugah Hati oleh Nassar Said Subetan
Dalam tausiyahnya, penceramah mengajak umat Islam untuk bersyukur karena kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan yang disebutnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KULTUM-Momentum-1-Ramadan-dimaknai-sebagai-kesempatan-memperbaiki.jpg)
Pertama, iman. Kedua, mengharap pahala hanya dari Allah (ihtisab).
Jika dua syarat ini terpenuhi, maka Allah janjikan ampunan.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Para ulama salaf terdahulu sangat merindukan Ramadan. Enam bulan sebelum Ramadan mereka berdoa agar dipertemukan dengan Ramadan. Enam bulan setelahnya mereka berdoa agar amal mereka diterima.
Doa mereka:
“Allahumma sallimna ila Ramadan, wa sallim lana Ramadan, wa tasallamhu minna mutaqabbala.”
Ya Allah, sampaikan kami ke bulan Ramadan, sampaikan Ramadan kepada kami, dan terimalah amal kami di dalamnya.
Bahkan ada di antara mereka yang ketika Ramadan tiba, menutup kitab-kitab selain Al-Qur’an, fokus membaca dan mentadabburi firman Allah. Karena mereka tahu, Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang yang membacanya.
Ada pula seorang ulama yang bersedih saat Ramadan tiba. Muridnya bertanya, “Mengapa engkau bersedih wahai guru?” Ia menjawab, “Aku takut jika Ramadan datang, tetapi aku tidak diampuni.”
Kemudian ia berkata, “Barang siapa yang tidak diampuni di bulan Ramadan, maka kapan lagi ia akan diampuni?”
Ini menjadi renungan bagi kita. Ramadan adalah pintu ampunan yang dibuka selebar-lebarnya. Tinggal kita, maukah kita masuk?
Di awal Ramadan ini, mari kita niatkan untuk menjaga empat hal:
- Menjaga salat wajib dan memperbanyak salat sunnah.
- Memperbanyak membaca Al-Qur’an setiap hari.
- Meninggalkan pembicaraan yang sia-sia dan tidak bermanfaat.
- Menjaga silaturahmi dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
Jangan biarkan Ramadan berlalu tanpa perubahan. Jangan sampai ia hanya menjadi tamu yang singgah sebentar lalu pergi, sementara hati kita tetap sama seperti sebelumnya.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ramadan adalah tamu agung. Dan tamu agung tidak datang setiap saat. Maka sambutlah dengan hati yang bersih, dengan tekad yang kuat, dan dengan amal terbaik.
Semoga Allah menerima puasa kita, menerima salat kita, menerima tilawah kita, dan menjadikan kita hamba-hamba yang bertakwa.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
| Kultum Milenial Rizal Rajalani Mahasiswa IAIN Gorontalo: Manfaat Besar Puasa |
|
|---|
| Kultum Milenial : Siapa Kita di Bulan Ramadan |
|
|---|
| Kultum Milennial oleh Mohamad Zaenal Usman: Ramadhan Sebagai Bulan Intropeksi Diri |
|
|---|
| Kultum Millenial oleh Reyhan Mantau : Berbuat Baik di Bulan Ramadan dan Menjauhi Larangan-Nya |
|
|---|
| Kultum Milennial Gorontalo oleh Ananda Saliko: Konten Berseliweran Kontemplasi Ketinggalan |
|
|---|