KULTUM MILENNIAL
Naskah Lengkap KULTUM MILENNIAL Gorontalo: Tamu Agung yang Menggugah Hati oleh Nassar Said Subetan
Dalam tausiyahnya, penceramah mengajak umat Islam untuk bersyukur karena kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan yang disebutnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KULTUM-Momentum-1-Ramadan-dimaknai-sebagai-kesempatan-memperbaiki.jpg)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kepada kita begitu banyak nikmat, nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan, sehingga pada hari ini kita kembali dipertemukan dengan tamu yang istimewa, tamu yang sangat dirindukan, tamu yang penuh rahmat, penuh keberkahan, dan penuh ampunan, yaitu bulan suci Ramadan.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Semoga kita termasuk umat yang mendapatkan syafaat beliau kelak di hari kiamat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus. Ramadan adalah bulan pendidikan jiwa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
“Yaa ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus shiyam kama kutiba ‘alalladzina min qablikum la’allakum tattaqun.”
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183)
Perhatikanlah, Allah tidak mengatakan agar kita menjadi lapar, bukan agar kita menjadi haus. Tetapi tujuan akhirnya adalah la’allakum tattaqun — agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa.
Artinya, esensi Ramadan adalah membentuk hati yang lebih dekat kepada Allah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Apabila telah datang bulan Ramadan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dibelenggulah setan-setan.”
Betapa besar kesempatan yang Allah berikan kepada kita. Pintu surga terbuka, pintu neraka tertutup, setan-setan dibelenggu. Maka pertanyaannya, masihkah kita menunda untuk berubah?
Nabi juga bersabda:
“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Ada dua syarat di sini:
| Kultum Milenial Rizal Rajalani Mahasiswa IAIN Gorontalo: Manfaat Besar Puasa |
|
|---|
| Kultum Milenial : Siapa Kita di Bulan Ramadan |
|
|---|
| Kultum Milennial oleh Mohamad Zaenal Usman: Ramadhan Sebagai Bulan Intropeksi Diri |
|
|---|
| Kultum Millenial oleh Reyhan Mantau : Berbuat Baik di Bulan Ramadan dan Menjauhi Larangan-Nya |
|
|---|
| Kultum Milennial Gorontalo oleh Ananda Saliko: Konten Berseliweran Kontemplasi Ketinggalan |
|
|---|