BPJS Gorontalo
BPJS Gorontalo Ungkap Mekanisme Reaktivasi PBI JKN, Kunjungan Warga Meningkat Pasca Penonaktifan
Kantor BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo mulai menunjukkan aktivitas yang lebih padat dari biasanya dalam beberapa hari terakhir.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Abdallah kemudian merinci sebaran peserta yang dinonaktifkan di tiap daerah di Provinsi Gorontalo agar publik mendapatkan gambaran yang jelas.
Kabupaten Boalemo menempati posisi teratas sebagai daerah dengan angka penonaktifan tertinggi, yakni mencapai sekitar 22 ribu jiwa.
Menyusul di posisi berikutnya adalah Kabupaten Gorontalo dengan jumlah penonaktifan sekitar 19 ribu jiwa.
Sementara itu, Kabupaten Bone Bolango juga mencatatkan angka yang cukup tinggi, yaitu sekitar 17 ribu jiwa peserta yang dinonaktifkan.
Untuk wilayah Kota Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato, angka penonaktifannya berada pada kisaran yang sama, masing-masing sekitar 13 ribu jiwa.
Terakhir, Kabupaten Gorontalo Utara tercatat memiliki angka penonaktifan paling rendah di antara wilayah lainnya, yakni sekitar 7 ribu jiwa.
Terkait penyebab utama penonaktifan massal ini, Abdallah memberikan penjelasan yang sangat mendasar.
Ia menekankan bahwa langkah ini diambil karena adanya pembaruan dan pemutakhiran data yang dilakukan oleh Kementerian Sosial.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial secara rutin mengevaluasi apakah seorang peserta masih layak atau tidak untuk menerima bantuan iuran.
Pembaruan data ini dilakukan demi memastikan bahwa anggaran negara untuk jaminan kesehatan tepat sasaran.
Evaluasi tersebut mempertimbangkan kondisi ekonomi terkini dari para peserta yang masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Meskipun demikian, kebijakan ini sempat mengejutkan sejumlah warga yang sedang membutuhkan layanan medis.
Baca juga: 19 Ribu Warga Kabupaten Gorontalo Kehilangan PBI, Pemkab Tanggung 12 Ribu Jiwa Lewat APBD
Pengakuan Peserta BPJS
Dampak nyata mulai terasa ketika beberapa pasien mendapati kartu mereka tidak lagi aktif saat sedang berada di fasilitas kesehatan.
Kejadian ini dialami oleh beberapa masyarakat yang sedang menjalani perawatan intensif seperti cuci darah.
"Ada beberapa masyarakat yang sedang perawatan cuci darah, taunya pas mereka berobat tiba-tiba sudah nonaktif padahal sebelumnya masih aktif," ungkap Abdallah.