Ramadan 2026
Kemenag Gorontalo Pilih Rooftop IAIN untuk Rukyatul Hilal, Ini Pertimbangannya
antor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo secara resmi menetapkan Rooftop Gedung Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ketua-Tim-Urais-Binsyar-Kemenag-Gorontalo-Safrianto-Kaaowan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kemenag Gorontalo menetapkan Rooftop Gedung Rektorat IAIN Sultan Amai sebagai lokasi pemantauan hilal awal Ramadan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026
- Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara Kemenag, BMKG Gorontalo (dengan peralatan optik canggih), Pengadilan Agama, serta akademisi IAIN
- Secara teknis, posisi hilal di Gorontalo diprediksi masih di bawah ufuk (minus), sehingga Sidang Isbat diperkirakan berlangsung lebih cepat
TRIBUNGORONTALO.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo secara resmi menetapkan Rooftop Gedung Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai titik utama pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Pemilihan lokasi di tengah kota ini diambil berdasarkan pertimbangan teknis astronomi yang matang guna memastikan proses observasi berjalan optimal dan akurat.
Sebelum membahas lebih jauh mengenai teknis di lapangan, perlu dipahami bahwa Rukyatul Hilal adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal—yakni bulan sabit muda pertama yang tampak setelah terjadinya konjungsi (ijtimak)—pada saat matahari terbenam.
Metode ini merupakan bagian krusial dalam syariat Islam untuk menentukan pergantian bulan pada kalender Hijriah, yang hasilnya kemudian akan dilaporkan ke sidang isbat nasional di Jakarta.
Pelaksanaan rukyatul hilal di Gorontalo kali ini dijadwalkan akan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026.
Momen krusial ini akan dimulai sejak sore hari, tepatnya saat matahari mulai tergelincir ke arah ufuk barat demi mendapatkan visualisasi langit yang tepat.
Kemenag Gorontalo tidak bekerja sendiri dalam agenda besar tahunan yang dinantikan umat muslim ini, melainkan menggandeng berbagai instansi lintas sektoral.
Sejumlah pihak dipastikan akan hadir untuk mengawal akurasi data yang dihasilkan di lapangan selama proses pemantauan berlangsung. Di antaranya adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo yang akan membawa peralatan optik canggih serta teleskop otomatis.
Selain itu, pihak Pengadilan Agama Kota Gorontalo juga akan hadir sebagai instansi yang mengambil sumpah para perukyat apabila hilal berhasil terlihat.
Tuan rumah, yakni pihak IAIN Sultan Amai Gorontalo, turut mengerahkan tenaga ahli falak dan akademisi mereka dalam kegiatan ini.
Tidak ketinggalan, perwakilan Pemerintah Kota Gorontalo dan Kemenag Kota Gorontalo akan ikut serta dalam prosesi pemantauan untuk memastikan koordinasi berjalan lancar.
Ketua Tim Urais Binsyar Kemenag Gorontalo, Safrianto Kaaowan, menyampaikan bahwa segala persiapan teknis sudah mulai dimatangkan sejak jauh hari.
Ia mengonfirmasi bahwa waktu pelaksanaan diperkirakan pada pukul 17.00 atau 17.30 Wita. Salah satu poin yang paling menarik perhatian adalah keputusan pemilihan lokasi di atas gedung rektorat, bukan di kawasan pesisir pantai seperti yang sering dilakukan sebelumnya. Biasanya, pengamatan hilal identik dengan lokasi pantai yang memiliki cakrawala terbuka luas tanpa penghalang bangunan.
Namun, untuk penentuan awal Ramadan 1447 H ini, Kemenag memiliki alasan ilmiah dan perhitungan astronomis yang sangat kuat. Pemilihan rooftop Gedung Rektor IAIN Sultan Amai di Kelurahan Heledulaa bukanlah tanpa pertimbangan mendalam dari para ahli.