Jumat, 13 Maret 2026

Ramadan 2026

Kemenag Gorontalo Pilih Rooftop IAIN untuk Rukyatul Hilal, Ini Pertimbangannya

antor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo secara resmi menetapkan Rooftop Gedung Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kemenag Gorontalo Pilih Rooftop IAIN untuk Rukyatul Hilal, Ini Pertimbangannya
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
RUKYATUL HILAL -- Ketua Tim Urais Binsyar Kemenag Gorontalo, Safrianto Kaaowan, saat ditemui TribunGorontalo.com, Kamis (12/2/2026). Safrianto menjelaskan pemilihan lokasi Rukyatul Hilal. 

Safrianto menjelaskan bahwa keputusan tersebut merujuk pada perhitungan posisi hilal yang sangat spesifik pada koordinat Gorontalo.

Berdasarkan data astronomi, ketinggian hilal pada hari tersebut diprediksi masih berada di bawah ufuk. Azimut atau titik koordinat horizontal hilal diperkirakan berada di posisi 256 derajat saat matahari terbenam nanti.

Posisi 256 derajat ini secara geografis menunjuk tepat ke arah wilayah tengah dataran Gorontalo, bukan mengarah ke laut lepas.

Penjelasan teknis ini menjadi kunci mengapa pesisir pantai tidak menjadi pilihan utama tahun ini. Jika tim memaksa melakukan rukyatul di kawasan pantai, maka akan ada kendala pada visualisasi matahari dan bulan yang tidak selaras dengan garis pantai.

Pada bulan Februari, pergerakan posisi benda langit sudah mengalami pergeseran yang cukup signifikan dari titik biasanya akibat siklus tahunan.

Hal ini mengakibatkan posisi hilal tidak akan jatuh tepat di atas permukaan laut jika dilihat dari pantai utara maupun selatan Gorontalo. Bahkan, jika tim bergerak terlalu jauh ke arah utara, potensi gangguan objek penghalang seperti perbukitan justru akan semakin besar.

Oleh karena itu, faktor ketinggian bangunan menjadi solusi terbaik untuk mendapatkan pandangan yang bersih. Dengan berada di rooftop gedung yang tinggi, tim pemantau bisa mendapatkan sudut pandang yang lebih luas dan meminimalisir polusi cahaya serta hambatan fisik. Ketinggian lantai gedung Rektorat IAIN dianggap sangat memadai untuk meletakkan perangkat teleskop BMKG.

Faktor historis juga memperkuat pemilihan lokasi ini karena dianggap sudah memiliki rekam jejak yang baik dalam beberapa tahun terakhir.

Diketahui, penggunaan rooftop IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk pemantauan hilal ini sudah memasuki tahun keempat. Selain urusan teknis di lokasi, Safrianto juga memberikan gambaran mengenai jalannya sidang isbat di tingkat pusat nanti. Ia memprediksi bahwa proses pengambilan keputusan di Jakarta mungkin akan berlangsung jauh lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini dikarenakan laporan dari wilayah Barat Indonesia, seperti Aceh, diprediksi akan masuk dalam waktu singkat ke pusat data Kementerian Agama.

Karena posisi hilal secara keseluruhan di Indonesia diprediksi masih berada di bawah ufuk atau bersifat minus, proses verifikasi data tidak akan memakan waktu lama. Laporan yang menyatakan hilal tidak terlihat biasanya lebih cepat diproses dibandingkan jika ada klaim melihat hilal yang butuh verifikasi berlapis.

Baca juga: TOP 3 BERITA GORONTALO – Kecelakaan Bentor Vs Mobil hingga 3 Pelaku Balap Liar Diciduk Polisi

RUKYATUL HILAL -- Gedung Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo diambil Desember 2025. Gedung ini bakal jadi lokasi pengamatan hilal pada 17 Februari 2026 nanti untuk penentuan Ramadan 1447 H.
RUKYATUL HILAL -- Gedung Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo diambil Desember 2025. Gedung ini bakal jadi lokasi pengamatan hilal pada 17 Februari 2026 nanti untuk penentuan Ramadan 1447 H. (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Terkait adanya potensi perbedaan awal puasa, Muhammadiyah sendiri telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 melalui metode hisab hakiki wujudul hilal.

Namun, Kemenag Gorontalo tetap mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil keputusan resmi sidang isbat pemerintah. Seluruh hasil dari Gorontalo akan segera dikirimkan ke pusat segera setelah matahari terbenam.

Secara pribadi, Safrianto memberikan prediksi bahwa awal puasa bagi pemerintah kemungkinan besar jatuh pada 19 Februari 2026. Hal ini didasarkan pada data teknis posisi hilal yang memang masih sangat rendah sehingga sulit untuk memenuhi kriteria MABIMS.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa prediksinya bukan untuk mendahului ketetapan resmi, melainkan sebagai gambaran bagi masyarakat.

 
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 13 Maret 2026 (23 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:06
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved