Libur Sekolah Ramadan
Libur atau Tetap Belajar di Bulan Ramadan? Ini Kata Orang Tua Murid di Gorontalo
Wacana libur sekolah selama bulan Ramadan kembali mencuat dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
Ringkasan Berita:
- Wacana libur sekolah selama Ramadan memunculkan beragam tanggapan dari orang tua di Gorontalo.
- Sebagian mendukung libur agar anak fokus beribadah, sementara lainnya berharap pembelajaran tetap berjalan dengan beban yang lebih ringan.
- Hingga kini, orang tua masih menunggu kepastian kebijakan teknis dari pemerintah daerah terkait pola pembelajaran selama bulan puasa.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Wacana libur sekolah selama bulan Ramadan kembali mencuat dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Meski pemerintah pusat telah menyampaikan pandangan terkait pembelajaran selama Ramadan, hingga kini di sejumlah daerah belum terdapat surat edaran resmi yang mengatur secara rinci teknis pelaksanaan kegiatan belajar saat puasa.
Kondisi tersebut memunculkan beragam tanggapan dari orang tua murid. Sebagian menilai anak-anak sebaiknya diliburkan agar dapat lebih fokus menjalankan ibadah puasa.
Sementara sebagian lainnya berharap pembelajaran tetap berlangsung meski dengan beban yang lebih ringan.
Baca juga: Pelajar 15 Tahun Ditilang Polantas Gorontalo, Ortu Diminta Jemput Kendaraan
Di Provinsi Gorontalo, suara orang tua mulai bermunculan, menyampaikan pandangan mereka mengenai pola pendidikan yang dinilai paling ideal bagi anak selama Ramadan.
Dian Akuba, warga Bunuo, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, yang memiliki seorang anak di bangku sekolah dasar, menilai libur sekolah saat puasa menjadi pilihan yang tepat, khususnya bagi anak usia SD.
Menurut Dian, anak-anak pada usia tersebut masih dalam tahap beradaptasi dengan kewajiban berpuasa. Jika harus mengikuti kegiatan belajar yang padat, hal itu dinilai dapat menguras tenaga dan menurunkan konsentrasi.
“Anak-anak itu kan masih belajar puasa. Kalau dari pagi sampai siang di sekolah, apalagi kalau tugasnya banyak, mereka cepat capek. Di rumah saya lihat sendiri, pulang sekolah langsung lemas,” ujar Dian, Selasa (10/2/2026).
Ia menilai, libur sekolah dapat membantu anak lebih fokus menjalankan ibadah sekaligus belajar mengendalikan diri.
“Kalau libur, anak bisa fokus puasa, bangun sahur tidak terburu-buru, dan siang bisa beristirahat. Itu menurut saya bagus untuk anak-anak,” katanya.
Baca juga: Disdukcapil Kota Gorontalo Klarifikasi Kasus Lansia Padebuolo, Ternyata Ada Dua Warga Bernama Sama
Meski demikian, Dian berharap masa libur tidak diartikan sebagai berhenti belajar sepenuhnya.
“Kalau bisa tetap ada pembelajaran, tapi ringan saja. Misalnya tugas membaca atau kegiatan keagamaan di rumah. Jangan sampai anak malah tidak belajar sama sekali,” tambahnya.
Pendapat serupa disampaikan Misran Saleh, warga Desa Tupa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango. Misran memiliki dua anak yang duduk di bangku SD dan SMA.
Ia menilai menjalani puasa sambil mengikuti sekolah penuh menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi anak SD yang daya tahannya masih terbatas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SISWA-GORONTALO-Potret-para-siswa-duduk-bersantai-di-sebuah-gazebo.jpg)