Libur Sekolah Ramadan
Libur atau Tetap Belajar di Bulan Ramadan? Ini Kata Orang Tua Murid di Gorontalo
Wacana libur sekolah selama bulan Ramadan kembali mencuat dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SISWA-GORONTALO-Potret-para-siswa-duduk-bersantai-di-sebuah-gazebo.jpg)
“Anak saya yang SD kalau puasa dan sekolah penuh, kadang kelihatan sekali capeknya. Konsentrasi belajar juga berkurang. Jadi menurut saya, lebih baik ada libur atau setidaknya pembelajaran dikurangi,” ujar Misran.
Baca juga: 2 Wakil Gorontalo di Pucuk BSG, Rania Jadi Komisaris, Rudiyanto Masuk Direksi
Namun, Misran menekankan bahwa pembelajaran tetap harus berjalan agar anak-anak tidak tertinggal pelajaran.
“Saya setuju anak-anak fokus puasa, tapi jangan sampai libur terlalu lama tanpa belajar. Pendidikan itu penting. Kalau tidak ada pembelajaran sama sekali, anak bisa malas dan akhirnya tertinggal,” jelasnya.
Menurut Misran, solusi terbaik adalah pengaturan pembelajaran yang lebih fleksibel.
“Kalau bisa jam belajar dipersingkat, tugas jangan berat, tapi anak tetap belajar. Jangan sampai karena puasa, anak-anak jadi tidak berkembang,” katanya.
Sementara itu, Ningsi Turuki, warga Batudaa, Kabupaten Gorontalo, yang juga memiliki anak di bangku sekolah dasar, menilai bulan Ramadan sebagai momentum penting dalam pembentukan karakter anak.
Ia setuju jika anak-anak diberikan ruang lebih longgar dari aktivitas sekolah agar bisa lebih fokus beribadah.
“Puasa itu bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga belajar sabar dan disiplin. Kalau anak terlalu dibebani pelajaran, khawatir mereka tidak bisa menjalani puasa dengan baik,” ujar Ningsi.
Meski demikian, Ningsi menegaskan pembelajaran formal tetap tidak boleh diabaikan.
“Pendidikan itu tetap nomor satu untuk masa depan anak. Jadi menurut saya, libur boleh, tapi tetap ada pembelajaran. Yang penting jangan memberatkan,” ujarnya.
Ia berharap sekolah dapat menyesuaikan metode belajar selama Ramadan, misalnya melalui tugas ringan atau pembelajaran yang lebih menekankan praktik dan penguatan karakter.
Belum Ada Edaran Daerah, Orang Tua Menunggu Kepastian
Di tingkat nasional, pemerintah melalui Menteri Pendidikan menyampaikan tidak ada kebijakan libur sekolah satu bulan penuh selama Ramadan. Pemerintah menegaskan kegiatan yang berlangsung adalah pembelajaran di bulan puasa, bukan libur total.
Namun hingga saat ini, di sejumlah daerah termasuk Gorontalo dan sekitarnya, belum terlihat adanya surat edaran teknis dari pemerintah daerah terkait pola pembelajaran selama Ramadan.
Kondisi tersebut membuat sebagian orang tua masih menunggu kepastian, sekaligus berharap kebijakan yang nantinya diterapkan mempertimbangkan kondisi fisik dan psikologis anak.
Dari berbagai tanggapan yang muncul, para orang tua berharap adanya kebijakan yang seimbang antara kewajiban pendidikan dan kebutuhan ibadah anak selama Ramadan.