Rabu, 18 Maret 2026

TNI Gorontalo Meninggal

Sosok Serda Mar Rein Pasau, Prajurit Marinir Asal Gorontalo Korban Longsor Cisarua Bandung Barat

Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau, seorang putra terbaik daerah gugur dalam tugas mulia akibat bencana tanah longsor yang melanda Cisarua

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab

Tragedi itu terjadi di bawah guyuran hujan lebat yang ekstrem, yang melumpuhkan perbukitan di wilayah Bandung Barat tersebut. Alam seolah sedang menguji ketangguhan para prajurit yang sedang berlatih di medan yang berat.

Rein dan puluhan rekannya sedang berada di lokasi latihan saat material tanah tiba-tiba merosot menimbun apa saja yang ada di bawahnya. Kejadian yang berlangsung pada dini hari itu membuat para prajurit tidak sempat menyelamatkan diri dari kepungan tanah.

Upaya pencarian oleh tim SAR gabungan berlangsung dramatis di tengah cuaca yang masih tidak menentu dan medan yang berlumpur. Ribuan doa dipanjatkan agar Rein dan kawan-kawannya bisa ditemukan dalam kondisi selamat, namun takdir berkata lain.

Baca juga: Nama-nama 268 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemprov Gorontalo yang Dilantik Gubernur Gusnar 

23 Anggota Marinir Tertimbun Longsor

EVAKUASI KORBAN LONGSOR - Penemuan korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tribun Jabar
EVAKUASI KORBAN LONGSOR - Penemuan korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber Foto: Tribun Jabar)

Jenazah Rein ditemukan bersama beberapa rekan lainnya dalam kondisi yang memilukan setelah tertimbun material longsor selama beberapa hari. Kepergian mereka meninggalkan duka mendalam bagi institusi TNI Angkatan Laut, khususnya Korps Marinir.

KSAL Laksamana Muhammad Ali menegaskan bahwa para prajurit yang gugur adalah putra-putra terbaik yang sedang mengemban misi suci. Negara memberikan apresiasi setinggi-tingginya dengan kenaikan pangkat luar biasa anumerta bagi almarhum.

Kini, pangkat Serda Mar (Anumerta) tersemat di depan namanya, sebuah gelar yang dibayar dengan nyawa dan dedikasi tanpa batas.

Meski raga telah tiada, semangat dan teladan yang ditinggalkan Rein akan terus hidup di hati setiap orang yang mengenalnya.

Rein telah membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menjadi seseorang yang berarti bagi nusa dan bangsa. Ia menunjukkan bahwa cinta kepada orang tua adalah bahan bakar terkuat dalam meraih cita-cita setinggi langit.

Keluarga Pasau kini harus belajar berjalan tanpa kehadiran "tameng" mereka, namun dengan kenangan indah yang takkan pernah luntur.

Mereka bangga karena memiliki seorang anak yang gugur dalam keadaan terhormat sebagai pelindung kedaulatan negara.

Pemerintah daerah Bone Bolango juga turut menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas gugurnya salah satu putra daerah terbaik mereka. Kehadiran pejabat daerah di rumah duka menunjukkan betapa berartinya sosok Rein bagi masyarakat Gorontalo.

Meskipun tangis Hasna Biga belum sepenuhnya reda, ada raut kebanggaan di balik matanya yang sembab saat melihat penghormatan militer untuk anaknya. Ia tahu bahwa anaknya tidak mati sia-sia, melainkan gugur sebagai seorang ksatria.

Pelajaran besar yang ditinggalkan almarhum adalah tentang tanggung jawab seorang anak laki-laki terhadap keluarganya.

Ia tidak hanya memberikan materi, tetapi juga memberikan martabat dan harga diri bagi nama keluarga Pasau.

Keberangkatan Rein ke Jawa untuk menempuh pendidikan dan tugas militer dua tahun lalu kini berakhir dengan kepulangan yang abadi.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 18 Maret 2026 (28 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:01
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved