TNI Gorontalo Meninggal
Sosok Serda Mar Rein Pasau, Prajurit Marinir Asal Gorontalo Korban Longsor Cisarua Bandung Barat
Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau, seorang putra terbaik daerah gugur dalam tugas mulia akibat bencana tanah longsor yang melanda Cisarua
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau dikenal sebagai sosok "tameng keluarga" yang menjadi tulang punggung ekonomi bagi ibu dan adik-adiknya di Gorontalo
- Rein gugur secara terhormat saat mengikuti Latihan Pra-Tugas Satgas Gobang 7 di Cisarua, Bandung Barat, akibat bencana tanah longsor
- Jenazah Rein dipulangkan ke kampung halamannya di Bone Bolango dan dimakamkan secara militer
TRIBUNGORONTALO.COM – Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau, seorang putra terbaik daerah gugur dalam tugas mulia akibat bencana tanah longsor yang melanda Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kepergiannya bukan sekadar kehilangan bagi korps Marinir TNI Angkatan Laut, melainkan luka mendalam bagi sebuah keluarga di Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Bone Bolango. \
Rein bukan hanya seorang prajurit berpakaian loreng yang gagah, ia adalah napas dan harapan bagi orang-orang tercintanya di rumah.
Di rumah duka, suasana haru terasa begitu kental, di mana bendera kuning dan karangan bunga berjajar rapi sebagai penghormatan terakhir.
Isak tangis yang pecah dari ruang tamu hingga halaman rumah menggambarkan betapa sosok Rein sangat berarti bagi banyak orang.
Rein dikenal sebagai pribadi yang tak banyak bicara namun sangat besar dalam bertindak, terutama jika menyangkut kesejahteraan keluarganya.
Sejak kecil, ia telah terbiasa dengan kerasnya kehidupan, yang kemudian membentuk mentalitas baja saat ia memutuskan menjadi abdi negara.
Sosok Rein Pasau
Kakak sulungnya, Rendi Pasau, mengenang adiknya sebagai sosok yang memiliki jiwa pengorbanan sangat tinggi sejak masih remaja.
Bagi Rendi, Rein adalah pahlawan tanpa tanda jasa di dalam lingkaran keluarga mereka yang sederhana.
Perjuangan Rein untuk masuk ke jajaran TNI Angkatan Laut tidaklah mudah dan dipenuhi dengan kerikil tajam. Ia harus melewati berbagai tahapan seleksi yang sangat ketat dengan modal tekad yang kuat untuk mengubah nasib keluarga.
Keberhasilannya lulus dan dilantik sebagai anggota Marinir pada tahun 2022 menjadi titik balik bagi ekonomi keluarganya. Sejak saat itu, ia secara sadar mengambil alih tanggung jawab besar sebagai tulang punggung utama.
Rendi menyebut adiknya sebagai "tameng keluarga," sebuah istilah yang menggambarkan betapa Rein melindungi mereka dari badai kesulitan ekonomi.
Rein tidak pernah membiarkan ibu atau adik-adiknya merasa kekurangan selama ia masih memiliki kekuatan untuk bekerja.
Meskipun ia memiliki seorang kakak laki-laki, Rein sering kali mengambil inisiatif lebih besar dalam menyelesaikan urusan domestik maupun finansial. Kedewasaan yang ia miliki melampaui usianya yang tergolong masih sangat muda di dunia militer.