Rabu, 18 Maret 2026

TNI Gorontalo Meninggal

Sosok Serda Mar Rein Pasau, Prajurit Marinir Asal Gorontalo Korban Longsor Cisarua Bandung Barat

Serda Mar (Anumerta) Rein Pasau, seorang putra terbaik daerah gugur dalam tugas mulia akibat bencana tanah longsor yang melanda Cisarua

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab

Setiap bulannya, sebagian besar gajinya dikirimkan ke kampung halaman tanpa pernah ada keluhan yang keluar dari mulutnya.

Ia lebih memilih untuk hidup sederhana di perantauan asalkan orang tuanya di Gorontalo bisa tidur dengan tenang dan perut kenyang.

Sifat rendah hatinya juga terpancar dari bagaimana ia memperlakukan rekan-rekan sejawatnya di Yon Komlek 1 Marinir. Ia dikenal sebagai prajurit yang disiplin, setia kawan, dan selalu siap sedia membantu rekan yang membutuhkan bantuan.

Ayah sambungnya, Azis Rabiu, memberikan kesaksian bahwa Rein adalah anak yang paling bisa diandalkan dalam segala situasi. Jika ada masalah mendesak di rumah, Rein adalah orang pertama yang akan mencari solusi tercepat meskipun ia berada jauh di pulau seberang.

Kepekaan sosialnya tidak berhenti pada keluarga inti saja, namun juga menjangkau para tetangga di lingkungan tempat tinggalnya. Ia seringkali membantu warga sekitar saat sedang pulang pesiar atau cuti, sehingga kehadirannya selalu dinantikan.

Kehilangan ini membuat warga Kelurahan Pauwo merasa kehilangan salah satu pemuda terbaik yang pernah mereka miliki. Banyak warga yang datang melayat tak kuasa menahan air mata saat mengingat kebaikan-kebaikan kecil yang pernah Rein lakukan.

Ibu kandungnya, Hasna Biga, adalah sosok yang paling terpukul atas tragedi yang menimpa anak kebanggaannya tersebut. Baginya, Rein bukan sekadar anak, melainkan cahaya yang menerangi masa tua yang ia bayangkan akan penuh kebahagiaan.

Saat berita duka itu pertama kali sampai ke telinganya, Hasna sempat tak sadarkan diri karena tidak percaya akan kenyataan pahit tersebut. Ia terus memanggil nama anaknya, berharap semua itu hanyalah mimpi buruk yang akan segera berakhir.

Peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih akhirnya tiba di Gorontalo pada Sabtu dini hari, membawa pulang raga yang sudah tak bernyawa. Kedatangan jenazah di Bandara Djalaluddin disambut dengan upacara militer yang sangat khidmat dan penuh penghormatan.

Para prajurit rekan sejawatnya berdiri tegak memberikan hormat terakhir kepada kawan seperjuangan yang gugur dalam latihan pra-tugas. Suasana bandara yang biasanya bising menjadi sunyi senyap, digantikan oleh derap langkah sepatu lars yang membawa peti jenazah.

Jenazah kemudian dibawa menuju rumah duka untuk diberikan kesempatan terakhir bagi keluarga melihat wajah almarhum. Tangis pecah kembali membuncah saat peti tersebut diletakkan di tengah ruangan yang sudah dipenuhi pelayat.

Hasna Biga terlihat terus mengelus peti mati anaknya, seolah ingin memberikan kehangatan terakhir sebelum ia dikembalikan ke bumi. Keikhlasan memang sulit diraih, namun keluarga mencoba tegar demi menghormati dedikasi Rein sebagai prajurit.

Rein dimakamkan di pemakaman keluarga, tepat di samping makam ayah kandungnya yang sudah lebih dulu berpulang. Hal ini dilakukan atas permintaan keluarga agar Rein selalu dekat dengan sosok yang juga ia cintai selama hidupnya.

Prosesi pemakaman dilakukan secara militer, dengan tembakan salvo sebagai tanda penghormatan tertinggi dari negara bagi seorang pahlawan. Dentuman senjata itu seolah menjadi saksi bahwa tugas Rein di dunia ini telah tuntas dengan sangat mulia.

Ia gugur saat sedang mempersiapkan diri untuk tugas yang lebih besar, yakni menjaga perbatasan kedaulatan NKRI di Papua Nugini. Latihan Satgas Gobang 7 di Cisarua adalah kawah candradimuka terakhir yang ia jalani sebelum diberangkatkan ke medan tugas.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 18 Maret 2026 (28 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:01
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved