Rabu, 25 Maret 2026

Siswi Gorontalo Dikeroyok

Wagub Idah Pastikan Terduga Pelaku Pengeroyokan Siswi SMA di Gorontalo dapat Sanksi Sesuai Usia

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, memberikan tanggapan terbaru terkait kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan siswa di bawah umur

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Wagub Idah Pastikan Terduga Pelaku Pengeroyokan Siswi SMA di Gorontalo dapat Sanksi Sesuai Usia
TribunGorontalo.com
DUGAAN PERUNDUNGAN -- Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, memberikan tanggapan terkait kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan siswa di bawah umur, Selasa (27/1/2026). 

Sanksi tersebut diberikan sambil menunggu proses hukum yang kini tengah berjalan di kepolisian.

Kepala sekolah, SK, menegaskan bahwa peristiwa tersebut sebenarnya terjadi di luar pembelajaran sekolah.

Namun karena seluruh pihak yang terlibat merupakan siswanya, pihak sekolah tetap mengambil langkah dan tanggung jawab sesuai kewenangannya.

“Peristiwa ini terjadi di luar sekolah dan di luar jam belajar. Namun karena yang terlibat adalah siswa maka kami tetap mengambil bagian,” katanya saat diwawancarai, Senin (26/1/2026).

SK menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada Senin malam.

Begitu pihak sekolah mendapatkan laporan adanya peristiwa itu, keesokan harinya pihak sekolah langsung mengundang orang tua dari para siswa yang terlibat.

“Pada Selasa pagi, kami langsung mengundang empat orang tua, yakni tiga orang tua siswa yang memukul dan satu orang tua siswa yang menjadi korban,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah juga menghadirkan para saksi, termasuk orang tua saksi.

Namun korban tidak dapat hadir karena dalam kondisi sakit.

“Korban saat itu masih sakit sehingga tidak sempat hadir. Namun orang tuanya hadir,” ujar SK.

Dari hasil pertemuan tersebut, pihak sekolah memfasilitasi pertemuan antara keluarga korban dan keluarga para pelaku.

Permohonan Maaf Ortu Terduga Pelaku

Dalam forum itu, ketiga orang tua siswa pelaku menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

“Pada pertemuan itu disepakati bahwa masalah di sekolah dianggap selesai. Para orang tua pelaku sudah meminta maaf, dan pihak korban juga menyatakan telah memaafkan,” katanya.

Meski demikian, pihak korban menyampaikan bahwa proses hukum tetap akan dilanjutkan.

“Korban menyampaikan bahwa secara kekeluargaan sudah memaafkan, tetapi proses hukum tetap berjalan,” jelasnya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved