TNI Gorontalo Mengamuk
Kronologi Lettu H Mengamuk di Rutan Polda Gorontalo, Ancam Bongkar Sel Tahanan Jika Amin Tak Bebas
Ketegangan pecah di area penjagaan Rumah Tahanan (Rutan) Polda Gorontalo pada Sabtu sore (24/1/2026).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-oknum-TNI-mengamuk-di-Rutan-dan-Kombes-Pol-Desmont-Harjendro.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang perwira pertama TNI, Lettu H mendatangi Rutan Polda Gorontalo dengan penuh amarah pada Sabtu (24/1/2026)
- Kedatangan Lettu H didasari alasan keluarga dan keyakinan bahwa penahanan tersebut adalah bentuk kriminalisasi
- Pihak Korem 133/Nani Wartabone telah menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Polri
TRIBUNGORONTALO.COM – Ketegangan pecah di area penjagaan Rumah Tahanan (Rutan) Polda Gorontalo pada Sabtu sore (24/1/2026).
Seorang perwira pertama TNI berinisial GO, yang dikenal dengan pangkat Letnan Satu (Lettu), mendatangi markas kepolisian dengan emosi yang meledak-ledak.
Kehadiran perwira dari satuan Korem 133/Nani Wartabone ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk menuntut pembebasan seorang tahanan.
Tahanan yang dimaksud adalah Moh Amin Ramadan, seorang oknum ASN yang terjerat kasus hukum di Ditreskrimum Polda Gorontalo.
Lettu H datang dengan keyakinan penuh bahwa kerabatnya tersebut tidak bersalah dan menjadi korban kriminalisasi.
Suasana tenang di ruang penjagaan seketika berubah menjadi mencekam saat suara bentakan mulai terdengar.
Berdasarkan rekaman video yang viral, Lettu H terlihat mengenakan kemeja merah marun lengan pendek.
Ia berdiri tepat di depan jeruji besi, berhadapan langsung dengan sejumlah personel kepolisian yang sedang berjaga.
Debat kusir antara aparat penegak hukum ini tidak terhindarkan, memicu perhatian orang-orang di sekitar lokasi.
"Bukan di sini tempatnya bapak marah-marah minta suruh keluar," tegas seorang anggota polisi yang mencoba menenangkan situasi.
Polisi tersebut juga mengingatkan Lettu H untuk menghormati prosedur hukum yang sedang berjalan.
"Saya tahu bapak punya pangkat, seharusnya bapak punya pemikiran lebih tinggi," lanjut petugas tersebut dalam rekaman video.
Namun, teguran tersebut tampaknya tidak meredam amarah sang perwira TNI.
Lettu H justru semakin ngotot mempertanyakan dasar hukum penahanan Moh Amin Ramadan.