Viral Gorontalo
Oknum TNI Ngamuk di Rutan Polda Gorontalo, Ternyata Sepupu Tahanan Moh Amin Ramadan
Sebuah video yang memperlihatkan ketegangan di ruang tahanan Polda Gorontalo viral di media sosial.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-ruangan-Humas-Polda-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang oknum anggota TNI berpangkat Lettu berinisial GO mendatangi ruang tahanan Polda Gorontalo pada Sabtu (24/1/2026) sore.
- Sempat terjadi perdebatan panas di mana Lettu GO mengancam akan memanggil rekan-rekannya untuk menggembok paksa ruang tahanan jika permintaannya tidak dituruti
- Pihak Korem 133/Nani Wartabone telah mendatangi Polda Gorontalo untuk meminta maaf secara resmi
TRIBUNGORONTALO.COM – Sebuah video yang memperlihatkan ketegangan di ruang tahanan Polda Gorontalo viral di media sosial.
Dalam video tersebut, tampak seorang oknum TNI mengenakan kemeja lengan pendek berwarna merah marun terlibat perdebatan dengan anggota kepolisian di depan ruang tahanan.
Seorang polisi terdengar menegur oknum TNI itu agar menahan emosi dan menghormati prosedur hukum yang berlaku.
"Bukan di sini tempatnya bapak marah-marah minta suruh keluar... Saya tahu bapak punya pangkat, seharusnya bapak punya pemikiran lebih tinggi," ujar anggota polisi dalam video tersebut.
Pria yang diduga berinisial GO alias H itu terlihat ngotot meminta agar seorang tahanan bernama Moh Amin Ramadan segera dibebaskan.
GO diketahui merupakan anggota TNI berpangkat Letnan Satu (Lettu). Lettu adalah pangkat perwira pertama di TNI, berada satu tingkat di atas Letnan Dua (Letda) dan satu tingkat di bawah Kapten.
Lettu GO mempertanyakan dasar hukum penahanan dan bersikeras bahwa Amin tidak bersalah.
"Kenapa nggak bersalah ditahan?" tanyanya.
Pernyataan itu langsung dibantah oleh polisi yang berjaga. Aparat kepolisian meminta pihak yang memprotes menunjukkan bukti bahwa tahanan tersebut tidak bersalah.
"Bapak bilang dia tidak bersalah, saya balik bertanya, buktinya apa?" ucap polisi tersebut.
Di tengah perdebatan yang memanas, Moh Amin Ramadan yang berada di dalam ruang tahanan ikut menyela percakapan dan berniat menjawab pertanyaan polisi terkait bukti bahwa dirinya tidak bersalah.
Kronologi Kejadian
Menanggapi video viral tersebut, Polda Gorontalo memberikan penjelasan resmi. Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, menyebut insiden itu terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026 sekitar pukul 16.24 Wita.
Ia menjelaskan, seorang pria yang mengaku berasal dari satuan 713 datang ke rumah tahanan dan berteriak-teriak serta memaksa petugas untuk mengeluarkan tahanan Ditreskrimum atas nama Moh Amin Ramadan.
Bahkan, oknum tersebut sempat melontarkan ancaman apabila petugas tidak membuka kunci ruang tahanan.