Ayah Aniaya Anak di Gorontalo
Ibu Buka Suara, Terungkap Alasan Balita di Gorontalo Dianiaya Ayah Kandung
Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Gorontalo. Seorang anak balita menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ayah kandung
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KEKERASAN-ANAK-DAN-PEREMPUAN-Kekerasan-anak-di-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kekerasan terhadap seorang balita di Gorontalo diduga dilakukan oleh ayah kandungnya dan kini mulai terungkap ke publik.
- Ibu korban membeberkan fakta baru bahwa penganiayaan dipicu penolakannya untuk rujuk, bahkan disertai ancaman serius saat panggilan video.
- Saat ini, korban berada dalam perlindungan keluarga, sementara polisi masih mendalami keterangan korban, saksi, dan terduga pelaku.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Gorontalo.
Seorang anak balita menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.
Peristiwa ini terungkap setelah rekaman layar panggilan video yang dilakukan ibu korban dikirim ke pamannya.
Dalam rekaman tersebut, kondisi anak korban terlihat memprihatinkan.
Ibu korban berinisial PM mengungkapkan, kekerasan yang dialami anaknya dipicu konflik rumah tangga.
Ia menyebut sang suami memaksanya untuk kembali rujuk, namun permintaan tersebut ditolak.
Baca juga: Kenangan Terakhir Sumitra sebelum Hilang di Sungai Paguyaman Gorontalo, Sempat Video Call
“Dia minta balikan, tapi saya tidak mau. Karena itu pelampiasannya ke anak-anak,” ungkap PM saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Selasa (6/1/2026).
PM menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Senin (5/1/2026) saat dirinya sedang melakukan panggilan video dengan suaminya.
“Waktu itu kami sedang video call. Di situ anak-anak dipukul dan diperlihatkan langsung ke saya,” jelasnya.
Menurut PM, perlakuan kasar dari suaminya bukan baru terjadi satu kali.
Ia menyebut kedua anaknya kerap menjadi sasaran kekerasan.
“Kalau waktu malam-malam, dua anak saya sering ditendang. Tapi kejadian siang itu, yang dipukul hanya anak pertama,” terangnya.
PM juga mengungkapkan bahwa dalam panggilan video tersebut, suaminya sempat melakukan ancaman serius.
Ancaman itu dilakukan sambil memperlihatkan senjata tajam ke arah anak.