Human Interest Story
Kisah Jon Puluhulawa, 20 Tahun Jadi Tukang Parkir Kini Tinggal Sebatang Kara
Pria tua itu duduk termenung di kursi kayu kecil, di tepi Jalan Sutoyo, Kota Gorontalo, seorang pria tua duduk termenung di kursi kayu kecil.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HUMAN-STORY-Jon-Puluhulawa-67-Kakek-yang-sampai.jpg)
Hal yang mengetuk hati adalah, kini ia hidup sebatang kata, tanpa istri dan tanpa anak.
“Saya sudah pisah sekitar lima tahun lalu,” ujarnya lirih.
Dulu ia tinggal bersama istrinya di Kelurahan Donggala, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.
Baca juga: Aroma Korupsi Bimtek ke Luar Gorontalo Utara Pakai Dana Desa Diendus Kejari
Namun sejak berpisah, ia memilih menyewa kamar kecil di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Tengah.
Untuk tempat tinggal sederhana itu, ia harus membayar Rp 300 ribu per bulan.
Untuk makan, Jon hanya mengandalkan warung-warung kecil di sekitar tempatnya bekerja. Ia tidak banyak menuntut.
Yang penting kata dia bisa bertahan hidup dari hari ke hari.
Meski usianya tak lagi muda, Jon tetap berusaha tegar.
Ia tahu pekerjaan ini berat, tapi ia juga tahu, berrhenti bukan pilihan (*/Jian)
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|
| Sosok Loli Antuke, Marbot Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Annisa Tungkagi, Eks Nakes Gorontalo Rintis Kedai Kopi Jalanan |
|
|---|
| Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo |
|
|---|