Berita Gorontalo
Sempat Dihentikan, Proyek Kampung Nelayan Gorontalo Kembali Dilanjutkan
Masyarakat Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KNMP-LEATO-Proyek-pembangunan-Kampung-Nelayan-Merah-Putih.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Masyarakat Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang kini tengah dikerjakan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Proyek strategis nasional tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi kemajuan ekonomi pesisir serta peningkatan kesejahteraan warga nelayan di Leato Selatan.
“Program ini membawa harapan baru bagi masyarakat pesisir. Kami yakin jika proyek ini selesai, kehidupan nelayan akan jauh lebih baik,” ujar Sofyan Ilato, tokoh masyarakat setempat, saat ditemui, Sabtu (11/10/2025).
Sementara itu, Erik Kabaa, pemuda Leato Selatan, menuturkan bahwa sejak awal sosialisasi warga telah memahami manfaat dari proyek ini.
Menurutnya, kehadiran berbagai fasilitas pendukung seperti dermaga, pabrik es, hingga bengkel nelayan akan membuka lapangan kerja dan menumbuhkan ekonomi lokal.
“Kami warga Leato Selatan tentu sangat mendukung. Program ini bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan generasi muda nelayan,” ucap Erik.
Frengky Mahmud, warga lainnya, mengatakan bahwa masyarakat menaruh harapan besar agar proyek ini dapat selesai tepat waktu dan segera dirasakan manfaatnya oleh nelayan.
“Kami berharap pembangunan berjalan lancar sampai tuntas. Ini langkah besar untuk kemajuan kampung nelayan di Leato,” ungkap Frengky.
Lurah Leato Selatan, Don Reffliano Lamusu, sebelumnya menegaskan bahwa seluruh warga Leato Selatan memberikan dukungan terhadap program Kampung Nelayan Merah Putih.
Ia menyebut proyek tersebut akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena melibatkan tenaga kerja lokal serta akan dikelola oleh Koperasi Merah Putih yang dibentuk bersama warga.
Sebagaimana diketahui, proyek Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan merupakan bagian dari program nasional KKP dengan nilai kontrak Rp11,2 miliar bersumber dari APBN Tahun 2025.
Pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 112 hari kalender sejak September 2025.
Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pabrik es batu, cold storage, SPBUN, bengkel nelayan, dermaga, area kuliner, serta kantor pengelola, yang seluruhnya dirancang untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Pantauan Tribun Gorontalo di lapangan, terlihat pengerjaan proyek masih terus berlangsung.
Pintu masuk area proyek ditutup bagi pihak yang tidak berkepentingan demi menjaga keamanan lokasi.
Sejumlah pekerja tampak lalu-lalang di bagian dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
Sementara beberapa alat berat beroperasi di area proyek.
Situasi proyek terpantau aman dan kondusif di bawah pengawasan petugas lapangan. Warga sekitar sesekali terlihat memantau perkembangan pembangunan dari kejauhan dengan penuh antusias. (*)
| Malam ke-20 Ramadan, Tiga Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Gorontalo, Ada yang Sedang nge-Miras |
|
|---|
| 2 Ruang Kelas SMP Tilango Gorontalo Masih Kondisi Rusak Sejak 6 Bulan Lalu Tertimpa Pohon |
|
|---|
| Mahasiswa Pendidikan UNG Bicara Realita Profesi Guru, Ada yang Mengaku Sempat Menyesal |
|
|---|
| Tegas! Wagub Idah Syahidah Tutup Satu Dapur MBG di Kota Gorontalo, 3 Kali Teguran tak Digubris |
|
|---|
| Isu SPPG Diprioritaskan Jadi PPPK, Guru di Gorontalo: Kurang Adil |
|
|---|