Mapala Gorontalo Meninggal
Jenazah Mapala Gorontalo Muhamad Jeksen Dipulangkan ke Muna, Keluarga Tak Tempuh Jalur Hukum?
Polemik seputar penanganan jenazah Muhamad Jeksen (MJ), mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG)
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MAHASISWA-MENINGGAL-Kapolres-Bone-Bolango-AKBP-Supriantoro-Senin-2292025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Polemik seputar penanganan jenazah Muhamad Jeksen (MJ), mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang meninggal usai mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala, akhirnya menemui titik terang.
Kapolres Bone Bolango, AKBP Supriantoro, memastikan keputusan final sudah disepakati bersama pihak keluarga.
Menurutnya, sejak awal orang tua korban tidak mempermasalahkan penyebab kematian MJ.
“Sudah disepakati bahwa dari awal pihak keluarga tidak mempermasalahkan dengan meninggalnya almarhum,” tegas Supriantoro, Senin (22/9/2025).
Ia menjelaskan, malam ini setelah dilakukan visum, jenazah akan langsung dibawa pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Perjalanan akan ditempuh lewat jalur darat, dengan pengawalan dari aparat kepolisian.
“Sebagai bentuk antisipasi, saya tugaskan satu anggota untuk ikut mengantarkan jenazah korban ke Muna,” ungkapnya.
Meski demikian, kondisi korban sangat memprihatinkan. Banyak pihak mendesak agar kasus ini diproses hukum.
Supriantoro menegaskan bahwa langkah tersebut tidak bisa ditempuh tanpa adanya laporan resmi dari keluarga.
“Kasus tersebut tidak dilaporkan keluarga. Dari awal memang tidak mempermasalahkan atau tidak keberatan dengan kematian almarhum,” ujar Supriantoro.
Ia menambahkan, kesepakatan itu sudah dibicarakan berulang kali antara pihak keluarga, paguyuban, dan perwakilan keluarga korban di Gorontalo.
Bahkan, keputusan itu kembali ditegaskan setelah ditanyakan sampai tiga kali.
“Kesepakatan ini kuat berdasarkan musyawarah Paguyuban dan keluarga korban. Ditanyakan berkali-kali, bahkan tiga kali, dan mereka yakin tidak mempermasalahkan,” tandasnya.
Dengan keputusan tersebut, kepastian nasib jenazah MJ yang sempat terkatung-katung akhirnya jelas.
Malam ini, ratusan mahasiswa yang sejak siang menunggu di rumah sakit bisa mengantar kepergian rekannya sebelum diberangkatkan ke Muna.
Pengakuan Senior
La Ode Amar, senior mahasiswa di salah satu paguyuban, mengungkap detik-detik terakhir bersama Muhamad Jeksen (MJ), mahasiswa UNG yang meninggal usai mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala.
Amar mengaku menerima pesan dari MJ pada Minggu malam sekitar pukul 20.00–21.00 Wita.
“Jemput saya kak, saya sakit bawa saya ke rumah sakit,” kata Amar menirukan pesan MJ.
Awalnya Amar mengira MJ hanya mengalami sakit ringan.
Namun ketika menjemput di sekretariat Mapala, ia langsung terkejut melihat kondisi rekannya.
“Mukanya bengkak sudah tidak berbentuk,” ungkap Amar.
Menurutnya, wajah korban tampak bengkak mulai dari pipi hingga leher.
MJ bahkan kesulitan berbicara dan hanya bisa berkomunikasi lewat tulisan di ponsel.
MJ kemudian dibawa ke RS Bunda, tetapi karena ruang perawatan penuh, ia dipindahkan ke RS Aloei Saboe sekitar pukul 22.00 Wita.
Saat ditanya penyebab luka, korban hanya menjawab singkat.
“Saya sempat tanya, katanya terbentur,” ujar Amar.
Belakangan diketahui MJ memiliki penyakit bawaan hemofilia sejak kecil, yang membuat tubuhnya sangat rentan meski hanya mengalami benturan ringan.
Amar mengaku kaget saat mendapat kabar duka pada Senin pagi.
“Saya kaget, baru subuh saya kembali, ternyata sudah ada informasi yang bersangkutan meninggal,” tuturnya dengan nada berduka.(*)
| 9 Anggota Mapala BTN Universitas Negeri Gorontalo Resmi jadi Tersangka Penganiayaan, Termasuk Alumni |
|
|---|
| Update Kasus Kematian Jeksen Mapala Gorontalo Diungkap Polres Bone Bolango |
|
|---|
| Demi Penyelidikan! Makam Mapala Gorontalo Muhammad Jeksen Digali Polisi untuk Autopsi |
|
|---|
| Polres Bone Bolango Rencana Gali Makam Muhamad Jeksen Mapala Gorontalo Tewas Usai Diksar |
|
|---|
| Wadek FIS Universitas Negeri Gorontalo Akui Tanda Tangannya Dipalsukan Panitia Diksar Mapala |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.