Jumat, 20 Maret 2026

Mapala Gorontalo Meninggal

Sebelum Meninggal, Muhamad Jeksen Hanya Bisa Berkomunikasi Lewat Ponsel, Begini Kondisi Terakhirnya

Sebelum meninggal, tubuh Muhamad Jeksen mulai membengkak hingga kesulitan berbicara. Hal ini diungkap rekannya, La Ode Amar.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Sebelum Meninggal, Muhamad Jeksen Hanya Bisa Berkomunikasi Lewat Ponsel, Begini Kondisi Terakhirnya
dok.istimewa
MAHASISWA MENINGGAL - Kondisi terakhir Muhammad Jeksen saat di RS Aloe Saboe, Jalan Prof Dr Alos Saboe, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Sebelum meninggal, tubuh Muhamad Jeksen mulai membengkak hingga kesulitan berbicara. Hal ini diungkap rekannya, La Ode Amar. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kabar duka menyelimuti mahasiswa Gorontalo setelah Muhamad Jeksen (MJ), mahasiswa semester 3 Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), meninggal dunia usai mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), Senin (22/9/2025). 

Sebelum menghembuskan napas terakhir, MJ berada dalam kondisi kritis. 

Rekannya, La Ode Amar, yang menjemput MJ mengungkapkan bahwa tubuh korban mulai membengkak dari pipi hingga leher. 

Kondisi ini membuat MJ kesulitan berbicara, sehingga ia hanya bisa berkomunikasi melalui pesan yang diketik di ponsel. 

“Mukanya bengkak sudah tidak berbentuk, jadi dia bicara tinggal diketik di HP,” ujar Amar, menggambarkan kondisi korban saat itu.

Amar menceritakan bahwa awalnya ia mengira MJ hanya mengalami cedera ringan akibat aktivitas lapangan. 

Namun, saat dijemput di sekretariat Mapala, kondisi MJ terlihat sangat memprihatinkan.

Baca juga: Muhamad Jeksen, Mahasiswa Gorontalo Wafat Usai Ikut Diksar Ternyata Penderita Hemofilia, Apa Itu?

Wajah yang bengkak dan leher yang kaku membuatnya sadar bahwa korban membutuhkan pertolongan medis segera. 

MJ pertama kali dibawa ke RS Bunda, namun karena ruang perawatan penuh, ia dipindahkan ke RS Aloei Saboe,  Jalan Prof Dr Alos Saboe, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Amar sempat terkejut mengetahui korban memiliki penyakit bawaan hemofilia sejak lahir. 

Hemofilia adalah kelainan genetik yang memengaruhi kemampuan darah untuk membeku secara normal, sehingga tubuh MJ sangat rentan terhadap perdarahan bahkan akibat benturan ringan. 

Benturan yang tampaknya sepele bagi orang lain bisa menjadi kritis bagi penderita hemofilia, termasuk MJ.

Kondisi tidak bisa berbicara menjadi salah satu tanda kritis yang dialami MJ sebelum akhirnya meninggal pada pukul 07.00 Wita, Senin pagi. 

Baca juga: Pemkab Gorontalo Gelar Porsenijar 2025, Ajang Solidaritas hingga Profesionalisme Guru

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi teman-teman seangkatan, keluarga, dan pihak kampus. 

Amar mengaku tidak menyangka, hanya dalam hitungan jam, kondisi korban memburuk drastis hingga meninggal dunia.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pihak kampus, organisasi mahasiswa, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan fisik atau alam bebas. 

Keselamatan dan kesehatan peserta harus menjadi prioritas utama agar tragedi serupa tidak terulang.

Selain itu, peristiwa ini mendorong diskusi mengenai standar keselamatan dalam kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), termasuk pemeriksaan kesehatan pra-kegiatan, ketersediaan tenaga medis, serta prosedur darurat yang cepat dan efektif. 

Momen duka ini juga menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk selalu memahami kondisi fisik diri sendiri dan melaporkannya sebelum mengikuti kegiatan fisik intensif atau ekstrem.

Baca juga: Mahasiswa Gorontalo Meninggal Diduga Usai Ikuti Diksar Mapala, Apa Itu Diksar dan Kegiatannya?

Jenazah MJ rencananya akan diautopsi untuk memastikan penyebab kematian secara medis. 

Sementara itu, kedua orang tua MJ sedang dalam perjalanan dari Muna, Sulawesi Tenggara, menuju Gorontalo untuk menyambut kepulangan anaknya. 

TribunGorontalo.com terus mengikuti perkembangan kasus ini, sebagai bagian dari upaya mengedukasi masyarakat tentang risiko penyakit bawaan dalam kegiatan fisik dan alam bebas. (*)

 


(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 20 Maret 2026 (30 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 14:59
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved