Jumat, 6 Maret 2026

Viral Anggota DPRD Gorontalo

VOXPOP Komentar Warga Gorontalo atas Ucapan Wahyudin Moridu

Kemarahan warga Gorontalo atas viralnya video anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, semakin meluas.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto VOXPOP Komentar Warga Gorontalo atas Ucapan Wahyudin Moridu
DPK TRIBUN GORONTALO
WARGA GORONTALO MARAH -- Potret tugu Saronde, Ikon Kota Gorontalo. Masyarakat rata-rata marah dengan kelakuan Wahyudin Moridu yang sebut akan k 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kemarahan warga Gorontalo atas viralnya video anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, semakin meluas.

Publik menilai pernyataan Wahyudin dalam video tersebut tidak hanya melukai hati masyarakat, tetapi juga mencoreng martabat lembaga DPRD.

Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas, Wahyudin terdengar santai menyebut perjalanan dinasnya ke Makassar, Sulawesi Selatan, menggunakan uang negara. Ia bahkan melontarkan ucapan yang dinilai melecehkan publik.

“Kita rampok saja uang negara ini. Kita habiskan, biar negara makin miskin,” ucapnya dalam video.

Tak berhenti di situ, Wahyudin juga mengaku membawa kekasih gelap dalam perjalanan dinas tersebut. Pernyataan itu pun semakin memicu kemarahan warga.

Suara Warga

Idris Wange, seorang sopir truk asal Kecamatan Dungingi, menyebut ucapan Wahyudin tidak bisa lagi ditolerir karena merusak citra DPRD di mata rakyat.

“Menurut saya, video viral Wahyu Moridu ini tidak bisa ditolerir karena merusak citra lembaga DPRD Provinsi Gorontalo. Terlepas dari sanksi sosial dan konsekuensi hukum, ini musibah dan ujian. Dia lupa diri bahwa jabatan hanya titipan rakyat,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).
Idris juga mendesak adanya langkah tegas dari partai maupun DPRD.

“Harus ada tindakan tegas dari Badan Kehormatan DPRD dan PDI Perjuangan untuk memberikan sanksi, bahkan memecat Wahyu Moridu dari keanggotaan DPRD Provinsi Gorontalo,” tegasnya.

Senada, Noval Dama, pengemudi ojek online di Kota Gorontalo, menilai tindakan Wahyudin mencoreng martabat wakil rakyat.

“Kalau sudah begini, jelas rakyat kecewa. Kami memilih mereka untuk memperjuangkan nasib rakyat, bukan mempermalukan dengan kata-kata tak pantas. Kalau terbukti, sebaiknya dipecat saja dari DPRD,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Rahmat Hunawa, pengemudi bentor online di Kota Gorontalo. Ia menilai ucapan Wahyudin menunjukkan sikap arogan seorang pejabat publik.

“Tidak pantas seorang wakil rakyat bicara begitu. Kami rakyat kecil susah cari makan, sementara dia enak-enak bilang rampok uang negara. Itu keterlaluan. Partai jangan diam, segera pecat dia,” ungkap Rahmat.

Sementara itu, Pandi Umar, pengemudi ojek online lainnya, menegaskan kepercayaan publik terhadap DPRD kini makin runtuh akibat ulah Wahyudin.

“Kalau dibiarkan, rakyat makin tidak percaya pada DPRD. Ini bukan soal bercanda atau mabuk, tapi soal moral dan tanggung jawab. Kalau dia masih duduk di DPRD, sama saja mempermalukan rakyat,” ujarnya.

Fix Dipecat

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan membenarkan jika saat ini tengah memproses pemecatan terhadap Wahyudin Moridu, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Sabtu (20/9/2025). 

Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, mengungkapkan bahwa pemecatan tersebut bukan keputusan instan. 

Ada mekanisme yang ditempuh, salah satunya menindaklanjuti laporan dan rekomendasi resmi dari DPD PDIP Provinsi Gorontalo.

“Ditunggu saja (surat pemecatan), sekarang lagi dalam proses,” kata Djarot saat dikonfirmasi, Sabtu (20/9/2025).

Menurut Djarot, apa yang dilakukan oleh Wahyudin tidak bisa dianggap sepele. 

Ia menegaskan, tindakan tersebut sudah masuk kategori pelanggaran berat yang menyangkut disiplin partai.

“Bentuk pelanggaran berat terhadap disiplin partai, disiplin ideologi, dan disiplin etika,” tegasnya.

Lebih lanjut, Djarot menuturkan bahwa setiap pelanggaran di tubuh partai harus diberikan sanksi tegas, sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. 

Dalam kasus Wahyudin, ia menilai bobot pelanggaran sudah jelas berada pada level tertinggi.

“Menurut saya, itu sudah masuk pelanggaran berat. Lagi diproses pemecatan pada yang bersangkutan, itu juga sesuai dengan surat laporan dan rekomendasi dari DPD PDI Perjuangan Gorontalo disertai dengan bukti-bukti yang cukup,” ujarnya.

DPP PDIP disebut Djarot tak akan menutup mata terhadap dinamika yang terjadi di lapangan, terlebih kasus Wahyudin telah menimbulkan kegaduhan besar di tengah masyarakat. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 06 Maret 2026 (16 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:12
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved