Kanal Tanggidaa Gorontalo
Rencana Pedestrian Kanal Tanggidaa Gorontalo Jadi Kawasan Kuliner Tuai Komentar Pro-Kontra Warga
Pedestrian Kanal Tanggidaa Gorontalo bakal jadi kawasan kuliner, tapi menuai pro-kontra warga soal kemacetan dan kenyamanan.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kondisi-terkini-Pedestrian-kanal-Tanggidaa-Selasa-992025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pedestrian Kanal Tanggidaa di Jalan Hos Cokroaminoto, Kota Gorontalo tengah direncanakan menjadi kawasan kuliner.
Seperti kawasan kuliner di Area Kalimadu, Jalan Madura Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo serta di depan Universitas Negeri Gorontalo Jalan Jenderal Soedirman.
Namun, rencana ini menuai beragam tanggapan dari warga sekitar
Kanal Tanggidaa sendiri adalah saluran air yang berada di Kota Gorontalo yang berfungsi sebagai sarana pengendalian banjir sekaligus ruang publik.
Selain itu, kanal ini kini tengah direnovasi untuk dilengkapi pedestrian agar dapat dimanfaatkan sebagai area pejalan kaki, area rekreasi dan potensi kawasan kuliner
Proyek senilai Rp4,7 miliar ini diharapkan dapat mempercantik kota dan menjadi ikon baru bagi masyarakat Gorontalo.
Baca juga: Menu MBG di Wonogiri Ternyata Mengandung Bakteri E Coli dan Salmonella, Ratusan Siswa Keracunan
Sejumlah warga menilai rencana ini berpotensi menimbulkan masalah terutama terkait kemacetan dan kenyamanan pejalan kaki.
Hal itu disampaikan Marwan Poliyoto, warga sekitar kepada TribunGorontalo.com, Rabu (17/9/2025).
Marwan mengaku rencana pedestrian Kanal Tanggidaa akan dijadikan sebagai kawasan kuliner bukanlah ide yang tepat.
Ia menekankan bahwa trotoar seharusnya tetap difungsikan untuk pejalan kaki.
Selain itu, dengan pedestrian Kanal Tanggidaa menjadi kawasan kuliner maka akan berpotensi bertambahnya volume arus lalu lintas.
Apalagi di Jalan Cokroaminoto saat ini menjadi area lintasan kendaraan berat dan panjang seperti kontainer.
"Saya pribadi mending tidak usah, karena bisa bikin macet dan trotoar jadi tempat jualan yang menyulitkan orang berjalan,” kata Marwan, Rabu (17/9/2025).
Meski begitu, Marwan tidak menutup sepenuhnya kemungkinan Kanal Tanggidaa jadi pusat kuliner.
Baca juga: Rincian Gaji dan Tunjangan Resmi yang Didapatkan PPPK Paruh Waktu Lulusan SMA, Diploma dan Sarjana
Hanya saja, ia berharap jika hal itu benar-benar diwujudkan, maka harus ada solusi agar fungsi utama pedestrian tetap terjaga.
Pedestrian memiliki fungsi penting sebenarnya sebagai jalur khusus pejalan kaki, memberikan kenyamanan, keamanan, dan kebebasan bergerak tanpa terganggu kendaraan bermotor.
Selain itu, pedestrian juga mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, seperti berjalan santai, berolahraga, hingga akses ke fasilitas umum.
Dengan desain yang baik, pedestrian meningkatkan kualitas lingkungan kota, mengurangi kemacetan, serta mendorong gaya hidup sehat dan interaksi antarwarga.
“Boleh, yang penting ada akses untuk pejalan kaki,” tambahnya.
Di sisi lain, Kian Siaman, warga lainnya turut berkomentar.
Berbeda dengan Marwan, Kian menilai kawasan kuliner di pedestrian Kanal Tanggidaa bisa memberikan peluang ekonomi bagi warga sekitar.
Namun dengan catatan harus dikelola rapi dan tertata dengan baik.
Baca juga: Karyawan Hotel, Restoran, dan Kafe Bergaji di Bawah Rp 10 Juta Bebas PPh 21 hingga Tahun 2026
“Kalau saya bisa-bisa saja, tetapi jangan sampai macet,” ujar Kian.
Kian menekankan pentingnya manajemen yang jelas, terutama terkait data para penjual, agar kawasan kuliner tidak berubah menjadi semrawut.
“Terlebih untuk penjual, harus terdata dengan baik,” pungkasnya
Pembangunan pedestrian Kanal Tanggidaa kini menunjukkan progres lebih cepat dari jadwal.
Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo bahkan melaporkan capaian pekerjaan fisik sudah menyentuh 51 persen, jauh melampaui target awal 26 persen.
Baca juga: Seleksi CPNS 2026 Dipastikan Digelar, Pemerintah Sudah Siapkan Anggaran untuk Rekrutmen ASN Baru
Pantauan dilapangan juga menunjukkan progres pekerjaan sudah memasuki kawasan Mall Gorontalo.
Lokasi itu menjadi titik paling ujung di sebelah selatan yang saat ini masuk pada tahap pengecoran.
Dengan rampungnya proyek ini, Kanal Tanggidaa diharapkan menjadi ikon baru penataan ruang Kota Gorontalo sekaligus menyediakan ruang publik yang nyaman. (*)
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Pedestrian Kanal Tanggidaa
Kanal Tanggidaa Gorontalo
Kawasan kuliner
Tanggapan Warga Tanggidaa dijadikan kawasan kuline
Pedestrian Kanal Tanggidaa jadi Kawasan kuliner
Eksklusif
| 68 Lampu Terangi Pedestrian Kanal Tanggidaa Jalan HOS Cokroaminoto Kota Gorontalo |
|
|---|
| Proyek Belum Selesai, Mobil Malah Terparkir Anteng di Atas Pedestrian Kanal Tanggidaa Gorontalo |
|
|---|
| 5 Tersangka Korupsi Proyek Kanal Tanggidaa Gorontalo: Ini Daftar Nama dan Perannya |
|
|---|
| Terungkap Harta Kekayaan Handoyo Sugiharto, Eks Kadis PUPR Gorontalo Tersangka Kasus Kanal Tanggidaa |
|
|---|
| Profil Handoyo Sugiharto, Eks Kadis PUPR Gorontalo yang Jadi Tersangka Korupsi Kanal Tanggidaa |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.