Gerhana Bulan Total di Gorontalo
Gerhana Bulan Total di Gorontalo, Bisa Disaksikan Pukul 02.11 WITA Tanpa Alat Bantu
Warga Gorontalo bisa menyaksikan gerhana bulan total atau Blood Moon pukul 02.11 WITA, aman dilihat tanpa alat bantu, fenomena langka!
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gorontalo-gerhana-bulan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Gerhana bulan yang bakal menghiasi langit Indonesia termasuk Gorontalo bakal terjadi besok dini hari, Senin (8/9/2025).
Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi sebagian atau seluruh permukaan bulan.
Sehingga bulan yang biasanya putih akan berubah menjadi merah atau orange akibat pantulan dari cahaya matahari.
Menurut data sebaran dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak gerhana bulan total dapat disaksikan pada pukul 02.11 WITA.
Gerhana bulan ini sebenarnya bisa dilihat sejak pukul 00.26 Wita pada Senin (8/9/2025) dengan fase awal penumbra (Penumbral Eclipse Begins) di mana cahaya bulan hanya sedikit berubah dan sulit terlihat.
Setelah itu pada pukul 01.30 Wita terjadi awal gerhana sebagian saat bagian bulan mulai gelap dan perbedaanya akan terlihat dengan jelas.
Baca juga: Bank Indonesia Buka Lowongan Kerja, Kesempatan Karier di Bank Sentral Terbuka untuk Generasi Muda
Lalu pada pukul 02.11 Wita Gerhana bulan mencapai puncaknya menampilkan seluruh permukaan bulan akan tampak berwarna merah atau blood moon.
Puncak gerhana bulan ini berlangsung sekitar 42 menit sebelum fase berikutnya terjadi.
Setelah itu, pada pukul 02.53 Wita menandai akhir gerhana sebagian (Partial Eclipse Ends) di mana bagian bulan yang gelap perlahan akan terang kembali.
Dan di pukul 04.56 Wita, gerhana bulan berakhir sepenuhnya (Penumbral Eclipse Ends) di mana cahaya bulan kembali normal.
Seluruh wilayah Gorontalo, dari Kota Gorontalo hingga Kabupaten Pohuwato, dapat menyaksikan fenomena ini.
Baca juga: PPPK Paruh Waktu 2025 Tak Perlu Ikut Seleksi Lagi Biar Jadi ASN, Ini Penjelasannya
Sabar Muliadi Lumban Gaol, Staf Operasional Stasiun Geofisika Gorontalo, memastikan fenomena gerhana bulan ini aman diamati langsug dengan mata telanjang.
“Gerhana bulan bisa dilihat langsung dengan mata telanjang,” kata Sabar.
Menurutnya, gerhana bulan ini tidak seperti gerhana matahari yang tidak disarankan melihatnya langsung karena adanya paparan radiasi UV dari matahari yang berbahaya bagi kesehatan mata.
Sedangkan gerhana bulan hanyalah pantulan dari cahaya matahari.