Rabu, 4 Maret 2026

Berita Gorontalo

5 Karyawan Tambang Pani Pohuwato Gorontalo Diduga Curi Material Mengandung Emas, 10 Kg Dibawa ke Kos

Dugaan pengambilan material yang mengandung emas mencuat di lingkungan kerja PT Pani Gold Mine (PGM).

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
Ringkasan Berita:
  • Lima karyawan PT Pani Gold Mine diduga terlibat dalam pengambilan material yang mengandung emas dari area kerja. 
  • Satu orang telah mengakui perbuatannya dan menyebut aksi dilakukan dua kali, dengan estimasi material terakhir seberat 10 kilogram. 
  • Perusahaan masih mendalami keterlibatan empat nama lainnya dan menegaskan akan menindak tegas sesuai aturan.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Dugaan pengambilan material yang mengandung emas mencuat di lingkungan kerja PT Pani Gold Mine (PGM).

Lima orang karyawan disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut.

Dari jumlah itu, satu orang telah mengakui perbuatannya, sementara empat lainnya masih dalam proses pendalaman internal perusahaan.

Kasus ini terungkap setelah tim Asset Protection PGM menerima informasi melalui pesan WhatsApp mengenai aktivitas mencurigakan salah satu pekerja yang diduga membawa keluar material dari area operasional.

Supervisor Asset Protection PGM, Zainal Tangoi, mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendatangi tempat tinggal karyawan yang bersangkutan.

“Saya menerima informasi melalui WA terkait dugaan karyawan yang membawa keluar material mengandung emas. Kami langsung menuju ke kosnya,” ujar Zainal, Jumat (27/02/2026) malam.

Saat didatangi, terduga belum berada di lokasi karena masih bekerja. Petugas kemudian menunggu hingga waktu salat Isya.

Setelah yang bersangkutan tiba, dilakukan klarifikasi di tempat.

Baca juga: Jumlah Polisi Bersertifikat Tilang di Gorontalo Masih Terbatas, Polda Datangkan Tim Uji ke Daerah

Karyawan berinisial S itu akhirnya mengakui telah mengambil material dari lokasi kerja. Ia menyebut aksi tersebut tidak hanya sekali dilakukan.

Berdasarkan pengakuannya, pengambilan material terjadi pada Desember 2025 dan kembali dilakukan pada 18 Februari 2026.

Untuk kejadian terakhir, material yang dibawa keluar diperkirakan memiliki berat sekitar 10 kilogram.

Dari total tersebut, kandungan emas di dalamnya ditaksir sekitar 5 gram. Namun, perusahaan masih melakukan perhitungan lebih lanjut untuk memastikan jumlah pastinya.

Zainal menjelaskan material diambil saat aktivitas kerja berlangsung. Meski terdapat pengawas di area tersebut, material diduga berhasil dibawa keluar dengan cara disimpan dalam tas pribadi, lalu disembunyikan di kamar kos pelaku.

Perusahaan menegaskan bahwa seluruh karyawan yang bekerja di area operasional telah melalui tahapan prosedural, mulai dari proses rekrutmen, pemeriksaan kesehatan, hingga induksi keselamatan kerja sebelum diizinkan masuk ke wilayah tambang.

Baca juga: Profil Sarifah Suraidah, Istri Gubernur Kaltim yang Punya Harta Rp166,5 Miliar

“Setiap pekerja sudah melewati mekanisme perusahaan. Namun kejadian ini di luar perkiraan kami,” kata Zainal.

Dari pengembangan awal, Sugianto menyebut adanya empat rekan kerja lain yang turut terlibat dalam pengambilan material tersebut.

Keempatnya berasal dari latar belakang daerah berbeda.

Hingga kini, manajemen masih melakukan pendalaman guna memastikan peran masing-masing pihak dalam kasus tersebut.

Perusahaan memastikan akan memberikan sanksi tegas terhadap karyawan yang terbukti melanggar aturan, baik berdasarkan regulasi internal maupun ketentuan hukum yang berlaku.

Manajemen juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan guna memperkecil potensi kejadian serupa di masa mendatang.

“Kasus ini menjadi bahan evaluasi. Tidak menutup kemungkinan proses lanjutan akan dilakukan terhadap yang terlibat,” tutup Zainal.

Profil Tambang Emas Pani 

Tambang Emas Pani menjadi salah satu proyek strategis milik PT Merdeka Copper Gold Tbk yang diproyeksikan berumur panjang dengan skala produksi besar.

Berdasarkan data cadangan, tambang ini memiliki 190,3 juta ton bijih dengan kandungan sekitar 4,8 juta ounce emas, menempatkannya sebagai salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia.

Pengembangan dilakukan secara bertahap dengan skema tambang terbuka. Pada tahap awal, fasilitas pengolahan menggunakan metode heap leach dengan kapasitas yang telah ditingkatkan menjadi 8 juta ton bijih per tahun dari rencana awal 7 juta ton.

Studi lanjutan tengah berjalan untuk memperluas kapasitas tersebut hingga 10 juta ton per tahun setelah 2026.

Memasuki fase berikutnya, pengembangan fasilitas carbon-in-leach (CIL) ditata ulang agar langsung beroperasi dengan kapasitas 12 juta ton per tahun mulai 2028, meningkat signifikan dibanding desain awal sebesar 7,5 juta ton.

Dengan kombinasi heap leach dan CIL, total kapasitas pengolahan diproyeksikan mencapai 20–22 juta ton bijih per tahun, dengan potensi produksi puncak hingga 500.000 ounce emas per tahun.

Lokasi tambang berada di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Pulau Sulawesi. Operasionalnya berada di bawah pengelolaan PT Merdeka Gold Resources Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham EMAS.

Setelah resmi beroperasi pada 1 Oktober 2025, produksi emas perdana ditargetkan terealisasi pada kuartal pertama 2026.

Pengembangan Tambang Emas Pani juga didukung pengalaman perusahaan dalam mengelola Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kawasan Gunung Pani sendiri dikenal sebagai wilayah penghasil emas sejak abad ke-19 dan kini diproyeksikan menjadi pusat produksi emas berskala besar yang berkontribusi bagi Gorontalo dan nasional.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved