Berita Nasional
Mangkir Sebelumnya, Kini Bahar bin Smith Diperiksa hingga Dini Hari dengan Penjagaan Ketat
Bahar bin Smith diperiksa hingga dini hari di Polres Metro Tangerang Kota. Pengamanan diperketat, akses masuk dibatasi ketat.
Namun ketika ia mendekat dan hendak bersalaman, korban disebut dihadang oleh sekelompok orang yang mengawal acara.
Korban kemudian dibawa ke sebuah ruangan dan diduga mengalami kekerasan fisik hingga mengalami luka dan babak belur.
Versi Pihak Bahar bin Smith
Pihak Habib Bahar bin Smith membantah bahwa korban merupakan anggota Banser seperti yang beredar.
Kuasa hukum Bahar, Ichwan Tuankotta, menyebut korban merupakan anggota organisasi masyarakat Perjuangan Wali Songo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS).
Ia mengklaim hal tersebut dapat dibuktikan dari ponsel korban yang ditemukan adanya percakapan dalam grup WhatsApp PWI LS.
"Kita membuka isi handphone itu ternyata dia di dalam grup PWI LS. kita punya buktinya. Jadi memang orang ini penyusup, memprovokasi, pengeroyokan. dia di korbanin," kata Ichwan saat dihubungi, Rabu (4/2/2026).
Ichwan juga membantah narasi yang menyebut korban tengah mengikuti pengajian lalu tiba-tiba dikeroyok ketika hendak mencium tangan Bahar.
Menurutnya, dugaan penganiayaan dipicu surat penolakan terhadap pengajian Habib Bahar pada 18 September 2025 yang memicu kemarahan jamaah.
"Nah pemicunya, dia itu kirim surat menolak pengajian habib tanggal 18 itu. tanggal 21 dia action, cuma di dalam pembicaraan di grup WA-nya dia, di grup PWI (PWI LS) itu ada dia," tuturnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bahar bin Smith Diperiksa Polisi hingga Dini Hari Tadi, Penjagaan Diperketat