Rabu, 11 Maret 2026

Berita Internasional

Pentagon Geser Pertahanan Rudal dari Korea Selatan ke Timur Tengah, Ada Apa?

Amerika dilaporkan telah memindahkan sebagian komponen sistem pertahanan rudal THAAD dari South Korea ke Middle Ea

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pentagon Geser Pertahanan Rudal dari Korea Selatan ke Timur Tengah, Ada Apa?
Yoonhap
SERANGAN -- Sebuah kendaraan peluncur sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) terlihat di pangkalan militer AS di Seongju, Provinsi Gyeongsang Utara, Kamis. Yonhap 
Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat dilaporkan memindahkan sebagian sistem pertahanan rudal THAAD dari Korea Selatan ke Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik di kawasan tersebut. 
  • Langkah ini memicu kekhawatiran akan melemahkan pertahanan terhadap ancaman Korea Utara, meski militer AS menegaskan kesiapan tempur di Semenanjung Korea tetap terjaga. 
  • Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan relokasi tersebut tidak akan mengganggu kemampuan pencegahan terhadap Pyongyang meski Seoul menyampaikan keberatan

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Amerika Serikat dilaporkan telah memindahkan sebagian komponen sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari South Korea ke Middle East.

Pemindahan ini dilakukan di tengah meningkatnya konflik di kawasan tersebut.

Laporan itu pertama kali diungkap oleh The Washington Post, yang mengutip dua pejabat terkait pergerakan sistem pertahanan tersebut.

Kabar mengenai pemindahan sebagian komponen THAAD muncul di tengah laporan bahwa militer United States yang ditempatkan di Korea Selatan mulai mengirimkan sejumlah aset militernya, seiring meningkatnya intensitas perang di Timur Tengah.

“Pentagon sedang memindahkan sebagian dari sistem Pertahanan Area Ketinggian Tinggi Terminal (THAAD) dari Korea Selatan ke Timur Tengah,” demikian bunyi laporan tersebut.

Baca juga: Total 140 Tentara Amerika Terluka Sejak Perang dengan Iran Dimulai, Meninggal 7 Orang

Sistem THAAD sendiri merupakan sistem pertahanan rudal yang dirancang untuk menghancurkan rudal musuh pada fase akhir penerbangannya.

Selama ini sistem tersebut ditempatkan di Korea Selatan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan terhadap ancaman rudal dari North Korea.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan dalam rapat kabinet bahwa potensi relokasi aset militer milik United States Forces Korea tidak akan memengaruhi postur pencegahan terhadap Korea Utara.

AS Bantah Pertahanan di Korea Selatan Melemah

Pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan menegaskan tetap menjaga kesiapan tempur penuh di Semenanjung Korea, meski muncul laporan bahwa Pentagon memindahkan sebagian sistem pertahanan rudal ke Timur Tengah.

Seorang pejabat pertahanan Amerika mengatakan pasukan United States Forces Korea (USFK) tetap fokus mempertahankan postur militer yang “siap tempur dan kredibel” di Korea Selatan.

Pernyataan itu disampaikan setelah laporan media menyebutkan adanya pergeseran sebagian sistem pertahanan rudal dari wilayah tersebut.

Laporan The Washington Post mengutip dua pejabat yang menyatakan Pentagon memindahkan beberapa komponen sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari Korea Selatan ke Timur Tengah.

Sistem ini sebelumnya ditempatkan di Korea Selatan untuk menghadapi ancaman rudal dari North Korea.

Langkah tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa relokasi itu dapat melemahkan kemampuan pencegahan terhadap Pyongyang, terutama di tengah meningkatnya operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menanggapi laporan itu, pejabat pertahanan AS mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan rincian mengenai pergerakan aset militer tertentu.

“Untuk alasan keamanan operasional, kami tidak mengomentari pergerakan kemampuan atau aset militer tertentu,” ujarnya kepada Yonhap News Agency.

Ia menambahkan bahwa USFK tetap berfokus menjaga kekuatan militer yang kredibel untuk mempertahankan stabilitas di Semenanjung Korea.

Di tengah operasi militer yang terus berlangsung di Timur Tengah, muncul spekulasi bahwa Pentagon bisa saja mempertimbangkan pemindahan aset militer lain dari Korea Selatan.

Di antaranya sistem Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) dan Army Tactical Missile System (ATACMS).

Sementara itu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan dalam rapat kabinet di Seoul bahwa relokasi aset militer Amerika tidak akan melemahkan kemampuan pencegahan terhadap Korea Utara.

Meski begitu, ia mengakui pemerintah Korea Selatan telah menyampaikan keberatan atas kemungkinan pemindahan tersebut.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved