Regional Hari Ini
Kronologi Pemuda Makassar Tertembak Polisi Saat Pembubaran Permainan Senapan Omega
Selama bulan suci Ramadan 2026, aksi saling tembak menggunakan senjata mainan jenis omega dengan peluru plastik hingga jeli semakin sering
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/INSIDEN-PENEMBAKAN-Suasana-rumah-mendiang-Bertrand-Eka-Prasetyo.jpg)
Menurutnya, kelompok tersebut tidak hanya bermain tembak-tembakan, tetapi juga sempat menghentikan pengguna jalan serta mendorong warga yang melintas.
Aksi tersebut dinilai mengganggu ketertiban karena berlangsung di area jalan raya.
Setelah menerima laporan tersebut, seorang perwira polisi berinisial Iptu N disebut langsung menuju lokasi kejadian seorang diri menggunakan mobil.
Ketika tiba di tempat kejadian perkara, petugas mendapati korban yang saat itu disebut tengah melakukan tindakan keras terhadap seorang pengendara sepeda motor.
Melihat situasi tersebut, Iptu N kemudian turun dari mobil dan langsung melakukan penangkapan terhadap korban. Pada saat yang sama, ia juga melepaskan tembakan peringatan.
Arya menjelaskan bahwa setelah tembakan peringatan dilepaskan dan korban diamankan, situasi sempat berubah ketika Bertrand mencoba melarikan diri.
Dalam kondisi tersebut terjadi perlawanan saat korban berusaha melepaskan diri.
Menurut Arya, ketika korban meronta, pistol yang masih berada di tangan Iptu N kemudian meletus secara tidak sengaja dan mengenai bagian belakang tubuh korban.
Korban selanjutnya segera dibawa ke Rumah Sakit Grestelina untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Namun karena keterbatasan peralatan medis, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Setibanya di rumah sakit tersebut, Bertrand dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian langsung menjalani proses autopsi pada malam yang sama untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Sementara itu, Iptu N beserta senjata api yang digunakan dalam peristiwa tersebut juga telah diamankan guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Arya, sejumlah petugas seperti Kasat Reskrim, Kabid Propam, serta Kasi Propam turut melakukan olah tempat kejadian perkara.
Meskipun hasil autopsi resmi belum diumumkan, pihak kepolisian menyebut kesimpulan sementara menunjukkan bahwa korban meninggal akibat tembakan tersebut.