Regional Hari Ini
Kronologi Pemuda Makassar Tertembak Polisi Saat Pembubaran Permainan Senapan Omega
Selama bulan suci Ramadan 2026, aksi saling tembak menggunakan senjata mainan jenis omega dengan peluru plastik hingga jeli semakin sering
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/INSIDEN-PENEMBAKAN-Suasana-rumah-mendiang-Bertrand-Eka-Prasetyo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Permainan senapan mainan jenis omega yang marak selama Ramadan di Makassar berujung insiden tragis setelah seorang pemuda berusia 18 tahun, Bertrand Eka Prasetyo, tewas tertembak saat polisi membubarkan aksi tersebut.
- Polisi menyebut senjata api milik anggota berinisial Iptu N meletus secara tidak sengaja ketika korban berusaha melarikan diri saat penangkapan.
- Kasus ini masih diselidiki dan pihak kepolisian menunggu hasil autopsi resmi untuk memastikan penyebab kematian korban.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Selama bulan suci Ramadan 2026, aksi saling tembak menggunakan senjata mainan jenis omega dengan peluru plastik hingga jeli semakin sering terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Permainan yang awalnya dikenal sebagai hiburan di kalangan anak-anak tersebut kini justru memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi membahayakan warga serta mengganggu ketertiban di ruang publik.
Pemerintah Kota Makassar menilai fenomena ini tidak dapat dianggap remeh. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa permainan tersebut perlu mendapat perhatian serius.
Munafri menegaskan bahwa meskipun hanya menggunakan senjata mainan, aksi saling tembak dengan peluru plastik maupun jeli tetap memiliki risiko melukai orang lain.
Baca juga: BPNT Rp600 Ribu Mulai Disalurkan, Status Exclude KPM Tetap Disarankan Cek Rekening
Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai dapat memicu gangguan keamanan serta memunculkan konflik di masyarakat.
Belakangan ini perhatian publik juga tertuju pada sebuah video yang beredar luas di media sosial.
Video tersebut memperlihatkan insiden penembakan yang menewaskan seorang pemuda ketika aparat kepolisian membubarkan aksi tembak-tembakan di jalan.
Peristiwa yang terjadi di Makassar itu langsung menjadi perbincangan luas di berbagai platform media sosial.
Insiden tersebut berlangsung pada Minggu pagi, 1 Maret 2026, di kawasan Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Korban diketahui bernama Bertrand Eka Prasetyo, seorang pemuda berusia 18 tahun.
Baca juga: Serangan Drone Iran Tewaskan Tentara Amerika, Washington Curiga Ada Bantuan Intelijen Rusia
Ia meninggal dunia setelah terkena tembakan saat aparat kepolisian berupaya membubarkan aksi saling tembak antar kelompok pemuda yang berlangsung di badan jalan.
Kronologi Kejadian
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan kronologi awal kejadian dalam konferensi pers yang digelar di kantornya di Jalan Ahmad Yani, Makassar, pada Selasa malam (3/3/2026).
Arya mengatakan laporan awal diterima sekitar pukul 07.00 WITA melalui handy talky dari Kapolsek Rappocini.
Ia menjelaskan bahwa laporan tersebut menyebutkan adanya sekelompok anak muda yang bermain senapan omega di jalan.