Regional Hari Ini
Kronologi Pemuda Makassar Tertembak Polisi Saat Pembubaran Permainan Senapan Omega
Selama bulan suci Ramadan 2026, aksi saling tembak menggunakan senjata mainan jenis omega dengan peluru plastik hingga jeli semakin sering
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/INSIDEN-PENEMBAKAN-Suasana-rumah-mendiang-Bertrand-Eka-Prasetyo.jpg)
Arya menambahkan bahwa hasil autopsi nantinya akan disampaikan oleh dokter yang berwenang.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan menutup-nutupi kasus tersebut dan meminta masyarakat serta keluarga korban untuk mempercayakan proses hukum yang sedang berjalan.
Kesaksian di Lokasi Kejadian
Salah seorang saksi berinisial DN (21) mengaku berada di lokasi ketika kejadian berlangsung.
Ia menyebut rombongan pemuda sempat bergerak dari kawasan Toddopuli 4 menuju Toddopuli 2 sebelum insiden terjadi di sekitar Toddopuli Raya.
Menurutnya, sempat terjadi tabrakan antar kelompok yang ia sebut sebagai pihak penyerang.
DN mengatakan tabrakan tersebut terjadi di antara kelompok yang sama sebelum akhirnya aksi tembak-tembakan dengan senjata mainan kembali terjadi.
Ia juga mengaku mendengar suara orang yang mengokang senjata sebelum polisi datang dari arah Hertasning menggunakan mobil biasa.
Tak lama kemudian seorang polisi turun dari kendaraan dan mengangkat senjata.
DN menyebut setelah satu kali tembakan dilepaskan, ia langsung berlari menjauh dari lokasi kejadian.
Keterangan Keluarga Korban
Ibu korban, Desi Manuhutu, mengatakan dirinya menerima kabar mengenai peristiwa tersebut saat berada di Jakarta.
Ia mengaku baru memperoleh informasi sekitar pukul 11.00 WITA atau beberapa jam setelah kejadian berlangsung.
Menurutnya, awalnya keluarga hanya diberi tahu bahwa anaknya dibawa dari rumah sakit tanpa penjelasan rinci mengenai kondisi sebenarnya.
Tidak lama setelah itu, keluarga kembali mendapat kabar bahwa putranya telah meninggal dunia.