Rabu, 10 Juni 2026

Carut Marut MBG

Heboh! Oknum Eselon Diduga Kelola Lebih dari 100 Dapur Makan Bergizi Gratis

Dugaan konflik kepentingan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Kali ini, sorotan tertuju pada sejumlah

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Heboh! Oknum Eselon Diduga Kelola Lebih dari 100 Dapur Makan Bergizi Gratis
TribunGorontalo.com/tribunnews
BOYAMIN MAKI — Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (20/8/2025). (Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama) 

Ringkasan Berita:
  • MAKI melaporkan dugaan keterlibatan pejabat eselon dalam pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Kejaksaan Agung.
  • Seorang pejabat Eselon I berinisial IRA diduga menguasai sekitar 20 dapur, sementara pejabat Eselon II berinisial TSA disebut mengelola lebih dari 100 dapur, terutama di wilayah 3T.
  • Boyamin Saiman mendesak kedua pejabat tersebut diberhentikan karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan membuka ruang kolusi.

TRIBUNGORONTALO.COM – Dugaan konflik kepentingan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Kali ini, sorotan tertuju pada sejumlah pejabat struktural yang diduga terlibat langsung dalam pengelolaan dapur umum penyedia makanan program tersebut.

Informasi itu diungkap Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, usai menyerahkan laporan beserta dokumen pendukung kepada Kejaksaan Agung pada Selasa (9/6/2026).

Menurut Boyamin, laporan yang disampaikan tidak hanya berupa dugaan umum, tetapi dilengkapi data identitas serta titik koordinat lokasi dapur yang diduga terkait dengan pejabat tertentu.

Baca juga: CELIOS Usul MBG Diganti Uang Tunai Rp15.000 per Anak, Dinilai Lebih Masuk Akal

"Ya sebenarnya saya menyerahkan informasi lah disertai data, jadi ada dua klaster, Eselon I dan Eselon II," kata Boyamin.

Dari hasil penelusuran yang dilakukan MAKI, dugaan keterlibatan tersebut terbagi dalam dua kelompok jabatan berbeda.

Kelompok pertama disebut melibatkan seorang pejabat setingkat Eselon I berinisial IRA.

Pejabat tersebut diduga menguasai sekitar 20 dapur MBG yang seluruhnya beroperasi di wilayah Pulau Jawa.

Temuan mengenai dugaan kepemilikan puluhan dapur itu, menurut Boyamin, telah diperoleh sejak Senin (8/6/2026).

Namun, ketika dilakukan pendalaman lebih lanjut, muncul dugaan lain yang jumlahnya jauh lebih besar.

MAKI menyebut ada seorang pejabat Eselon II berinisial TSA yang diduga mengelola lebih dari 100 dapur MBG.

"Mengagetkan lagi, saya dapat temuan kasus BGN ini diduga ada pejabat setara Eselon II yang punya dapur umum sekitar diatas 100. Sementara kemarin temuan saya setara Eselon I bahkan punya 20-an dapur umum," sambungnya.

Boyamin menjelaskan, TSA merupakan pejabat yang memiliki tugas di wilayah pinggiran dan daerah dengan kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Meski demikian, pejabat tersebut diduga turut mengelola jaringan dapur dalam jumlah besar.

"Dia sebenarnya ngurusin yang agak di daerah-daerah terpencil, Artinya yang mestinya ditugasi di daerah-daerah 3T itu termasuk di pinggiran, tapi dia diduga juga berurusan atau mengelola sekitar 100-n dapur umum. Nah itu dia Inisialnya TSA," tutur Boyamin.

Selain menyerahkan laporan kepada Kejaksaan Agung, MAKI juga berencana menyampaikan dokumen serupa kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S Deyang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved