Rabu, 10 Juni 2026

Kasus Korupsi

OTT Bupati Muara Enim, KPK Tahan Cory Erin Hardi Diduga Terlibat Suap Proyek Dinas Pendidikan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil langkah penahanan terhadap Cory Erin Hardi, seorang Marketing PT Millenium Solusi Abadi

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto OTT Bupati Muara Enim, KPK Tahan Cory Erin Hardi Diduga Terlibat Suap Proyek Dinas Pendidikan
TribunGorontalo.com
DITAHAN KPK — KPK resmi menahan satu orang dari unsur swasta, yakni Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi, terkait kasus dugaan suap yang terjaring dalam OTT Bupati Muara Enim periode 2025–2030, Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • KPK resmi menahan Cory Erin Hardi, Marketing PT Millenium Solusi Abadi, setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus OTT Bupati Muara Enim Edison.
  • Cory disebut terlibat dalam dugaan suap proyek pengadaan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
  • Dalam perkara ini, KPK mengungkap penggunaan rekening nominee untuk menyamarkan aliran dana yang nilainya hampir mencapai Rp2 miliar.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil langkah penahanan terhadap Cory Erin Hardi, seorang Marketing PT Millenium Solusi Abadi, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Muara Enim periode 2025–2030, Edison.

Keputusan itu diambil setelah Cory menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/6/2026).

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi, Cory terlihat keluar dari ruang pemeriksaan di lantai dua gedung KPK sekitar pukul 13.20 WIB.

Ia telah mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dengan nomor dada 88.

Baca juga: Adhan Dambea Datangi Kejati Gorontalo Lebih Awal, Siap Diperiksa Terkait Kasus Dana Hibah KONI

Selama berjalan menuju mobil tahanan, Cory tidak memberikan pernyataan apa pun terkait perkara yang menjeratnya. Berbagai pertanyaan yang dilontarkan awak media tidak mendapat respons.

Dengan langkah pelan menuju kendaraan tahanan, Cory tampak sedikit menundukkan kepala. Tatapan matanya terlihat kosong saat dikawal petugas.

Usai proses tersebut, ia langsung dibawa menggunakan mobil tahanan menuju rumah tahanan (rutan).

Penahanan Cory merupakan tindak lanjut dari gelar perkara atau ekspose yang dilakukan pimpinan KPK pada Senin (8/6/2026) malam.

Dalam operasi senyap yang berlangsung di Jakarta dan Sumatera Selatan itu, KPK mengamankan 10 orang. Setelah melakukan pendalaman, lembaga antirasuah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Selain Cory Erin Hardi dari unsur swasta, KPK juga menetapkan Bupati Muara Enim Edison sebagai tersangka.

Dua nama lainnya ialah Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani, serta Adi Triadi yang berasal dari pihak swasta dan diketahui merupakan keponakan bupati.

Dalam OTT tersebut, penyidik turut menyita barang bukti berupa uang tunai dengan berbagai pecahan mata uang serta saldo dalam sejumlah rekening penampungan. Nilainya disebut mencapai hampir Rp2 miliar.

Dana tersebut diduga digunakan sebagai pelicin guna memuluskan sejumlah proyek pengadaan di Pemerintah Kabupaten Muara Enim, terutama pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan adanya pola tertentu yang digunakan untuk menyembunyikan aliran dana suap dari pihak swasta.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved