Berita Nasional
CELIOS Usul MBG Diganti Uang Tunai Rp15.000 per Anak, Dinilai Lebih Masuk Akal
Wacana mengubah skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemberian makanan menjadi bantuan tunai kembali mencuat. Usulan tersebut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MBG-Potret-SPPG-Limba-U-Satu-Kota-Selatan-Kota-Gorontalo-Senin-1632026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ekonom CELIOS Media Wahyudi Askar mendukung usulan agar Program Makan Bergizi Gratis disalurkan dalam bentuk uang tunai.
- Dukungan itu muncul setelah seorang warga Bali menilai bantuan tunai akan lebih fleksibel untuk memenuhi kebutuhan gizi anak di rumah.
- Di sisi lain, pemerintah tetap berpandangan bahwa skema pembagian makanan siap konsumsi merupakan konsep terbaik yang saat ini dijalankan.
TRIBUNGORONTALO.COM – Wacana mengubah skema Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemberian makanan menjadi bantuan tunai kembali mencuat. Usulan tersebut mendapat dukungan dari Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar.
Menurut Media, penyaluran bantuan dalam bentuk uang tunai justru lebih rasional dibandingkan sistem distribusi makanan yang selama ini diterapkan pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan setelah muncul aspirasi dari salah seorang warga Bali, Ketut Alit Sriyani, yang mengaku lebih memilih menerima manfaat MBG dalam bentuk uang daripada makanan siap saji.
Bagi Sriyani, bantuan tunai memberikan keleluasaan bagi keluarga untuk menentukan sendiri menu yang akan dikonsumsi anak-anak mereka.
Ia menilai kualitas makanan yang diterima dari pihak lain terkadang tidak sesuai dengan nilai anggaran yang semestinya.
Baca juga: Cabai Tembus Rp100 Ribu, Pemilik RM Padang di Gorontalo Terpaksa Naikkan Harga Makanan
"Kalau saya, biar saya tahu nanti kalau saya enaknya mintanya uang, nanti kan kalau di rumah saya bikin apa, kan bisa saya masak-masaknya enak apa nggak, kalau didapat dari sana kan kadang nggak enak, dia bisa harganya Rp7.000, sebenarnya harus Rp15.000 gitu loh," ungkap Siryani, dikutip dari YouTube CNN Indonesia, Selasa (9/6/2026).
"Kalau saya minta uang dapatnya kan Rp15.000, bisa saya olah itu, kasih anaknya apa itu, tak masakin di rumah kan banyak itu, dapat tempe, ayam kan bisa itu ya, sayur," sambungnya.
Media menilai pandangan tersebut mencerminkan aspirasi masyarakat yang patut dipertimbangkan oleh pemerintah.
"Tadi masyarakat ibu dari Bali ganti cash saja. Menurut saya ini suara masyarakat yang paling masuk akal. Margin MBG itu Rp15.000 untuk satu anak ya, sekarang menerima hanya sekitar Rp8.000, belum lagi yang pelanggaran menerima hanya Rp5.000," ucapnya.
Ia kemudian menguraikan perhitungan sederhana jika bantuan diberikan langsung kepada penerima manfaat.
Menurut Media, dengan asumsi bantuan Rp15.000 per anak per hari, maka satu anak dapat menerima sekitar Rp300.000 dalam sebulan.
Jika dalam satu keluarga terdapat dua anak penerima manfaat, nilainya dapat mencapai Rp600.000.
"Kalau seandainya ini masyarakat dibagikan cash seperti Ibu tadi ya, Rp15.000 per anak, sebulan itu Rp300.000, kalau anaknya dua itu Rp600.000," imbuh Media.
Ia menyebut nominal tersebut setidaknya dapat membantu keluarga bertahan hidup karena berada di kisaran batas kemiskinan.