Berita Nasional
Polisi Tewas Diduga Dianiaya Senior di Sulsel, Ayah Korban Ungkap Kejanggalan
Anggota muda Polri tewas diduga dianiaya senior di Asrama Polda Sulsel. Dua polisi lain ikut terseret, ayah korban ungkap kejanggalan.
Sementara itu, seorang anggota lainnya diketahui menyaksikan aksi kekerasan tersebut, namun tidak melaporkannya kepada atasan atau pihak berwenang.
“Ada upaya menghilangkan jejak,” tandasnya.
Kedua anggota tersebut kini telah diproses melalui mekanisme etik dan disiplin internal kepolisian.
Baik pelaku maupun korban diketahui sama-sama berdinas di Ditsamapta Polda Sulsel yang memiliki tugas membina serta menyelenggarakan fungsi kepolisian umum.
Baca juga: Kondisi Jalan Depan GOR Nani Wartabone Gorontalo, Lubang-lubang Selebar Ban Mobil
Kata Ayah Korban
Kejanggalan atas kematian korban pertama kali disadari oleh sang ayah, yang juga merupakan anggota Polres Pinrang.
Sebagai personel kepolisian yang telah mengabdi selama 20 tahun, ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengaku memahami betul tanda-tanda kekerasan pada jasad anaknya sehingga menaruh kecurigaan terhadap penyebab kematian tersebut.
"Pemeriksaan awal ada luka memar di perut dan leher. Indikasi (kekerasan) karena masih sementara autopsi di dalam dan ada videonya luka memar di perut sebelah kanan," ujarnya.
Ia menuding senior di Polda Sulsel sebagai pelaku penganiayaan dan meminta kasus ini diusut tuntas.
"Kami akan proses minta keadilan, apabila ada penganiayaan kami serahkan ke penyidik Polda untuk mengungkap tuntas siapa pelaku penganiaya kejadian tadi pagi," tandasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bripda Pirman Aniaya Junior hingga Tewas di Asrama Polda Sulsel, 2 Rekannya Hilangkan Jejak, https://www.tribunnews.com/regional/7797226/bripda-pirman-aniaya-junior-hingga-tewas-di-asrama-polda-sulsel-2-rekannya-hilangkan-jejak?page=2
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha