Pantauan Fasilitas Publik
Kondisi Jalan Depan GOR Nani Wartabone Gorontalo, Lubang-lubang Selebar Ban Mobil
Kondisi Jalan Achmad Nadjamuddin, tepat di kawasan SMA Negeri 3 Gorontalo, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JALAN-RUSAK-Potrrt-Jalan-Achmad-Nadjamuddin-Kota-Selatan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kondisi Jalan Achmad Nadjamuddin, tepat di kawasan SMA Negeri 3 Gorontalo, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo kian memprihatinkan.
Aspal jalan dipenuhi lubang-lubang menganga yang tersebar hampir di seluruh badan jalan.
Pantauan TribunGorontalo.com Kamis (26/2/2026), dari arah utara ke selatan, kondisi jalan tampak tidak lagi rata.
Lubang-lubang dengan ukuran bervariasi terlihat jelas, mulai dari sebesar tapak kaki hingga selebar ban mobil.
Sebagian lubang tampak kering dengan aspal mengelupas, sementara lainnya sering tergenang air hujan, menyulitkan pengendara untuk memperkirakan kedalaman lubang.
Arus lalu lintas di ruas jalan ini cukup padat. Sebab berdekatan dengan area sekolah, perkantoran dan fasilitas publik seperti GOR Nani Wartabone serta menuju ke pusat-pusat perbelanjaan.
Jalan Achmad Nadjamuddin merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan antara Jalan Jendral Sudirman dan Jalan HB Jassin. Selain itu terdapat satu pertigaan menuju ke Jalan Jaksa Agung Suprapto.
Baca juga: Peneliti Temukan Protein Baru Penyebab Penyakit Jantung, Bukan Hanya Kolesterol dan Tekanan Darah
Ironisnya, kondisi jalan yang rusak membuat pengendara terpaksa menurunkan kecepatan, bahkan zig-zag demi menghindari lubang.
Pengendara becak motor atau bentor terlihat paling rentan. Beberapa kali pengendara harus mengerem mendadak ketika menyadari ada lubang besar tepat di jalur lintasan.
Tidak sedikit pula yang nyaris kehilangan keseimbangan saat roda depan atau belakang masuk ke lubang.
Bahkan mereka harus mengambil jalur pengendara lain untuk menghindari lubang.
“Kalau tidak fokus, bisa langsung jatuh. Apalagi lubang yang tertutup air, kelihatannya dangkal tapi ternyata dalam,” ujar Arman Hamid, pengendara bentor yang mangkal di area tersebut.
Menurut Arman, kondisi jalan rusak sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah sejak intensitas hujan meningkat.
Air hujan mempercepat pengelupasan aspal dan memperbesar lubang yang sebelumnya kecil.