Politik Nasional
Bajak Kader NasDem, PSI Coba Dijegal ke Senayan dengan Usulan Surya Paloh 7 Persen Ambang Batas
Isu kenaikan ambang batas parlemen menjadi 7 persen kembali menghangat setelah disampaikan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/NASDEM-Surya-Paloh-berbicara-saat-Partai-NasDem-menggelar-buka-puasa.jpg)
Rusdi Masse Mappasessu menjadi nama terbaru yang bergabung dengan PSI setelah mundur dari Nasdem.
Sebelumnya, Ahmad Ali dan Bestari Barus juga lebih dulu hengkang pada 2025.
PSI kemudian menunjuk Ahmad Ali sebagai Ketua Harian serta Bestari Barus sebagai Ketua DPP periode 2025–2030.
Menurut Iwan, masuknya sejumlah eks tokoh Nasdem itu turut mengubah peta persaingan politik.
Ia menyebut, sebagian dari mereka bahkan kerap menyampaikan kritik terbuka terhadap partai lamanya.
“Dalam konteks itu, wacana kenaikan ambang batas bisa dibaca sebagai respons politik,” ujarnya.
Baca juga: Penyaluran Bansos 2026 Capai 85 Persen, 3 Juta KPM Masih Proses, Ini Cara Cek Penerima
Ia menambahkan, jika ambang batas 7 persen benar-benar diterapkan, maka partai-partai dengan perolehan suara terbatas akan menghadapi hambatan lebih besar untuk masuk DPR.
Dampaknya bukan hanya pada partai, tetapi juga pada pilihan politik pemilih yang ingin melihat alternatif kekuatan baru di parlemen.
(*)